Lebar Dada (cm) - 15,66 ± 1,44 - 9,18 - Seragam
Dalam Dada (cm) - 27,17 ± 2,05 - 7,57 - Seragam
Tinggi Pundak (cm) - 59,45 ± 3,84 - 6,47 - Seragam
Koefisien variasi <15% menandakan populasi cukup seragam (Nasution, 1985).
Lingkar dada menunjukkan korelasi tertinggi terhadap bobot badan. Ini berarti peningkatan lingkar dada dapat digunakan sebagai prediktor pertumbuhan atau produktivitas domba. Sementara itu, ukuran tinggi pundak menjadi identifikasi fenotipik penting untuk mendeteksi potensi genetik tubuh besar, yang dikaitkan dengan efisiensi karkas.
4. Kesimpulan
Domba lokal betina berumur 2–3 tahun di Kecamatan Pamanukan memiliki performa cukup baik dan seragam, terutama pada karakter kuantitatif tubuh. Warna bulu dominan putih dan sifat tidak bertanduk mendominasi populasi. Evaluasi performa ini penting sebagai dasar dalam seleksi dan pembentukan bibit unggul domba lokal yang sesuai dengan permintaan konsumen dan kondisi agroekosistem lokal.
5. Rekomendasi
- Data ini dapat dijadikan dasar standardisasi fenotip induk domba lokal umur 2–3 tahun.
- Diperlukan pembentukan bank genetik domba lokal berbasis data performa.
- Pemerintah daerah sebaiknya mendukung penguatan kelompok pembibit domba dengan pelatihan evaluasi performa dan pencatatan reproduksi.
- Penelitian lanjutan perlu dilakukan dengan pendekatan genetik dan uji adaptasi terhadap sistem intensif.***
Referensi Utama
- Zulfahmi, A., Ramdani, D., & Nurmeidiansyah, A.A. (2016). Performa Induk Domba Lokal yang Dipelihara Secara Semi Intensif di Kecamatan Pamanukan Kabupaten Subang. Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran.
- Nasution, A.H. & Barizi. (1985). Metode Statistika untuk Penarikan Kesimpulan.
- Heriyadi, D. & Nurmeidiansyah, A.A. (2016). Standardisasi Mutu Bibit Domba Priangan.