Kesimpulan
Penerapan pertanian terpadu dan strategi rotasi ternak terbukti efektif dalam mendukung indikator SDGs 2.4.1. Praktik ini mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis, memperbaiki kualitas tanah, serta meningkatkan ketahanan ekonomi dan ekologi petani kecil.
Rotasi ternak juga memberikan diversifikasi pupuk alami dan memperpanjang umur produktif lahan. Dengan meningkatnya hasil panen dan pendapatan petani, serta berkurangnya dampak negatif terhadap lingkungan, praktik ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan Indonesia.***
Referensi
- Budiasa, I.W. (2018). Pertanian Berkelanjutan Teori dan Pemodelan. Udayana University Press.
- Dermiyati. (2015). Sistem Pertanian Organik Berkelanjutan. Plantaxia.
- Kementerian Pertanian. (2013). Strategi Induk Pembangunan Pertanian 2013–2045.
- Indraningsih, K.S. (2017). Strategi diseminasi inovasi pertanian dalam mendukung pembangunan pertanian. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 35(2), 107-123.
- FAO. Characterization of Mixed Farms. https://www.fao.org/4/Y0501E/y0501e03.htm