pertanian

IFG Perluas Perlindungan Risiko Pertanian Demi Swasembada Pangan

Jumat, 16 Mei 2025 | 09:39 WIB
IFG perluas perlindungan risiko pertanian untuk dukung swasembada pangan dan ketahanan nasional lewat asuransi petani Jasindo. (Dok. Purwakarta Online)

PURWAKARTA ONLINE – Di tengah tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian produksi, Indonesia Financial Group (IFG) mengambil langkah strategis untuk mendukung swasembada pangan nasional. Melalui anak usahanya, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), IFG memperluas cakupan perlindungan risiko pertanian guna melindungi petani dan memastikan ketahanan pangan Indonesia.

Langkah ini bukan sekadar strategi bisnis, tetapi bentuk nyata kontribusi IFG sebagai holding BUMN sektor asuransi, penjaminan, dan investasi dalam menjaga ketahanan nasional. Dengan menguatkan jaring pengaman bagi para petani, IFG berharap Indonesia semakin dekat dengan cita-cita besar: swasembada pangan dan kemandirian bangsa.

Apa yang Dilakukan IFG?

Melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang dijalankan Jasindo, IFG telah memberikan perlindungan terhadap lebih dari 278 ribu hektare lahan pertanian. Jumlah itu mencakup hampir 500 ribu petani di berbagai wilayah Indonesia hingga akhir tahun 2024.

Di Jawa Barat saja, sekitar 90 ribu hektare sawah telah diasuransikan. Bahkan, Kabupaten Karawang menjadi wilayah dengan perlindungan terbesar, mencapai lebih dari 40 ribu hektare. Nilai klaim yang telah dibayarkan pun cukup signifikan: Rp10,8 miliar, yang disalurkan kepada 272 kelompok tani.

Baca Juga: Amran Sulaiman: Petani Milenial Bisa Raup Rp20 Juta per Bulan!

Mengapa Perlindungan Ini Penting?

Petani Indonesia kerap menghadapi ancaman gagal panen akibat banjir, kekeringan ekstrem, hingga serangan hama. Tahun 2025 misalnya, cuaca ekstrem akibat perubahan iklim telah menyebabkan kerugian di banyak daerah pertanian.

Di sinilah peran IFG sangat dibutuhkan. Perlindungan risiko melalui AUTP memberikan rasa aman kepada petani agar mereka tetap percaya diri untuk terus berproduksi. Dalam kondisi ini, asuransi bukan hanya jaring pengaman, melainkan juga pendorong keberanian petani untuk berinvestasi lebih jauh dalam sektor pangan.

Siapa yang Terlibat?

Denny S. Adji, Sekretaris Perusahaan IFG, menegaskan komitmen pihaknya.

“Ketahanan pangan adalah fondasi kemandirian bangsa. Melalui perlindungan risiko yang diberikan Jasindo, IFG berperan aktif dalam mendukung upaya pemerintah mencapai swasembada pangan dan ketahanan nasional yang berkelanjutan,” ujarnya.

IFG tidak hanya bertindak sebagai institusi keuangan, tapi juga sebagai mitra pembangunan nasional. Visi ini sejalan dengan salah satu tujuan utama Pemerintah Indonesia dalam Asta Cita, yakni menciptakan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan.

Baca Juga: Update Harga Sayuran 14 Mei di Pasar Induk Cibitung: Timun dan Kacang Naik Tajam!

Halaman:

Tags

Terkini

Ketika Mantan PETI Bersama-sama Membangun Pongkor

Minggu, 1 Maret 2026 | 22:25 WIB