Mimbar Sarasehan KTNA Purwakarta, Sinergi Wujudkan Ketahanan Pangan
PURWAKARTA ONLINE, BBC – Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Purwakarta menggelar Mimbar Sarasehan sekaligus halal bihalal di Aula Kantor Desa Cilangkap, Kecamatan Babakan Cikao.
Acara ini dihadiri oleh petani, penyuluh pertanian, dan Dinas Pertanian Purwakarta untuk membahas upaya meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
Dukungan untuk Petani dan Kebijakan Presiden
Hadyanto Purnama, S.Hut., MM., Sekretaris Dinas Pertanian Purwakarta, menyampaikan bahwa Hari Krida Pertanian (HKP) diundur hingga 2026 sebagai bentuk efisiensi sesuai kebijakan Presiden.
Meski demikian, ia menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi petani melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
"Ada sekitar 5.000 petani di Purwakarta yang sudah terdaftar BPJS. Kami akan terus berupaya menambah kuota agar lebih banyak petani terlindungi," ujarnya.
Baca Juga: Amran Sulaiman, Menteri Pertanian yang Berani Lawan Mafia Pangan demi Petani Milenial
Selain itu, BRI Life juga menawarkan program asuransi tambahan bagi petani.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan kuota untuk 3.000 petani melalui program ini.
Pentingnya Koordinasi KTNA dan Penyuluh
H. Ujang Alim Adisaputra, S.Hut, Ketua KTNA Purwakarta, mengajak seluruh pengurus KTNA di tingkat kecamatan untuk berkoordinasi dengan penyuluh pertanian.
Ia juga menyampaikan rencana Mimbar Sarasehan KTNA Jawa Barat yang kemungkinan digelar pada Juli 2025 di beberapa kecamatan seperti Kiarapedes, Bojong, atau Bungursari.
Sentot Rela Pambudi, SP, Kepala Seksi Penyuluhan Dinas Pertanian, menambahkan bahwa pihaknya siap memfasilitasi kegiatan KTNA sesuai kebijakan pemerintah.