Momentum ini berlanjut di set ketiga.
Malizi tampil gemilang dengan beberapa servis ace yang membuat Bhayangkara Presisi unggul cepat.
Tim Indonesia ini berhasil mengontrol permainan dan menutup set ketiga dengan kemenangan 25-22, membuat skor sementara menjadi 2-1 untuk Bhayangkara.
Baca Juga: Prabowo Subianto Temui Raja Malaysia, Komitmen Eratkan Kerja Sama Indonesia-Malaysia
Set Keempat: Foolad Sirjan Membalas, Bhayangkara Terpojok
Namun, Foolad Sirjan tidak tinggal diam. Di set keempat, tim Iran bangkit kembali dengan serangan bertubi-tubi dari Esfandiar.
Bhayangkara Presisi kehilangan ritme permainan mereka dan harus menyerah 21-25, memaksa pertandingan berlanjut ke set kelima yang sangat menentukan.
Set Kelima: Ketegangan Memuncak, Bhayangkara Presisi Tersingkir
Di set penentuan, kedua tim bermain sangat hati-hati namun penuh semangat.
Bhayangkara Presisi sempat unggul, namun beberapa kesalahan krusial di menit-menit akhir membuat mereka kehilangan momentum.
Foolad Sirjan akhirnya memenangkan set kelima dengan skor 16-14, memastikan Bhayangkara Presisi gagal mencapai final dan, lebih menyakitkan lagi, gagal lolos ke Kejuaraan Voli Dunia.
Baca Juga: Bintang Drama Treasure Island: Kolaborasi Park Hyung Sik dan Heo Joon Ho yang Mengejutkan!
Gagal Melangkah ke Kejuaraan Dunia Voli
Kekalahan ini sangat menyakitkan bagi Bhayangkara Presisi.
Mereka tak hanya kehilangan kesempatan meraih gelar AVC, tetapi juga gagal untuk tampil di Kejuaraan Voli Dunia yang merupakan puncak kompetisi voli internasional.