Purwakarta kembali memanas. Mahasiswa menuntut reformasi Polri, tolak tunjangan DPR, hingga bela korban aksi Jakarta.
PURWAKARTA ONLINE – Senin (1/9/2025), mahasiswa Purwakarta bersama elemen masyarakat menggelar aksi di depan Gedung DPRD.
Mereka mengecam kemunduran demokrasi dan tindakan represif aparat dalam aksi Jakarta yang menelan korban jiwa.
Ketua HMI Purwakarta, Muhammad Asep Budiana, menyebut demokrasi Indonesia berada di titik kritis.
Baca Juga: 7 Tuntutan Mahasiswa Purwakarta di DPRD, Jalan Ciganea Lumpuh dan Ban Terbakar
“Oknum Brimob harus diusut tuntas. Ini pelanggaran HAM serius,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa 8 tuntutan, di antaranya percepatan RUU Perampasan Aset, penolakan tunjangan DPR, serta pencopotan Kapolri dan Ketua DPR RI.
Ketua DPRD Purwakarta, Sri Puji Utami, menerima langsung tuntutan tersebut.
“Besok dokumen ini kami bawa ke DPR RI. Bahkan kami ajak perwakilan mahasiswa ikut serta,” janji Sri Puji.
Baca Juga: BRI Dorong UMKM Naik Kelas, 574 Ribu Nasabah KUR Berhasil Tingkatkan Usaha di 2025
Aksi berlangsung damai hingga sore, dengan pengawalan ketat aparat.***