Usai memastikan Dea tak bergerak, Ade berusaha menghilangkan jejak.
Baca Juga: Ade Mulyana, Penerus Ibunya Jadi Pembantu, Ternyata Dalang Modus Pembunuhan Dea di Purwakarta
Ia membuang ponsel korban di bawah Jembatan Cinangka dan barang lainnya ke drainase Waduk Jatiluhur.
Barang bukti yang disita polisi meliputi palu bergagang hitam, taplak meja cokelat, dua unit ponsel, dan sepeda motor Honda Karisma hitam.
Teror Palsu Sebelum Pembunuhan
Kasus ini makin menyeramkan setelah polisi mengungkap bahwa Ade telah menciptakan skenario teror palsu berbulan-bulan sebelum pembunuhan.
Fery Riyana mengaku, sejak Mei 2025, ia dan istrinya kerap menerima ancaman misterius.
Baca Juga: Motif Pembunuhan Dea Permata Karisma di Purwakarta Berhasil Diungkap Polisi!
Mulai dari pesan WhatsApp yang menuduh Dea berselingkuh, hingga cerita bahwa rumah dimasuki orang tak dikenal.
Ade bahkan mengaku pernah mengejar orang asing yang memantau rumah, tapi sosok itu selalu “menghilang”.
Kenyataannya, semua itu hanyalah karangan Ade.
Polisi menduga, teror tersebut adalah bagian dari modus pembunuhan untuk membangun kepercayaan dan mengalihkan kecurigaan.
Baca Juga: Plot Twist Pembunuhan Dea Permata Karisma di Purwakarta! Sosok Tak Terduga yang Jadi Tersangka
Kesaksian Tetangga, Dari Sapaan Pagi hingga Jeritan Sore
Salbiah, tetangga korban, menjadi saksi momen terakhir Dea.