PURWAKARTA ONLINE – Dalam sebuah konferensi pers yang digelar usai mendaftarkan diri sebagai pasangan calon Wakil Bupati untuk periode 2024-2029 di Kantor KPU Purwakarta, H. Sona Maulida Roemardhie, SS, menyoroti fenomena miris yang belakangan ini mencemaskan warga Purwakarta.
Salah satunya adalah meningkatnya kasus bunuh diri di wilayah tersebut, yang menurutnya, merupakan indikasi menurunnya kualitas kehidupan spiritual masyarakat.
Dalam pidatonya, H. Sona menegaskan bahwa Purwakarta, yang dulu dikenal sebagai kota santri, kini menghadapi tantangan besar dengan semakin tergerusnya nilai-nilai keagamaan di kalangan warganya.
"Nilai keagamaan cenderung ditinggalkan, ini harus dikembalikan," ujarnya dengan tegas.
Baca Juga: Hajat Tani Kopi Purwakarta, Syukuran Petani Kopi dengan Musik Ferry Curtis dan Seni Tradisional
Komitmen Kembalikan Purwakarta sebagai Kota Santri
Dengan latar belakang pendidikan dan karir yang kuat, H. Sona Maulida bukanlah sosok yang asing di Purwakarta.
Pria kelahiran Purwakarta pada 29 Januari 1979 ini memiliki rekam jejak yang panjang dalam dunia kepemimpinan dan organisasi.
Pendidikan formalnya dimulai dari TK Bhayangkara di Purwakarta, hingga menyelesaikan program Strata 1 di IAIN SGD Bandung.
Di dunia organisasi, H. Sona telah menorehkan banyak kontribusi, di antaranya sebagai Ketua Komisariat PMII IAIN SGD Bandung, Wakil Ketua GP Ansor PC Purwakarta, hingga Ketua DPC PKB Kabupaten Purwakarta.
Selain itu, ia juga memiliki pengalaman profesional yang mumpuni, seperti menjadi Staf Khusus Bupati Bidang Investasi dan Anggaran di Pemerintah Kabupaten Purwakarta, serta Tenaga Ahli Biro Perencanaan di Kementerian Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Berbekal pengalaman ini, H. Sona bertekad untuk membawa Purwakarta kembali ke akarnya sebagai kota santri, tempat di mana nilai-nilai keagamaan dan tradisi spiritual hidup berdampingan dengan masyarakat.
"Purwakarta harus kembali menjadi kota santri," tegasnya.