news

Bioteknologi Indonesia tertinggal 28 tahun dari Pertanian Amerika

Minggu, 28 Juli 2024 | 16:23 WIB
ImamBioteknologi Indonesia Tertinggal 28 Tahun dari Pertanian Amerika (Enjang Sugianto/Purwakarta Online )

PURWAKARTA ONLINE - Dalam acara Rembug Utama KTNA Nasional dan Agro Expo KTNA Nasional 2024 di Tanah Lot, Bali, Imam Sujono, Kepala Pemasaran Benih Syngenta Indonesia, mengungkapkan pentingnya teknologi bioteknologi untuk kemajuan pertanian di Indonesia.

"Perusahaan pertama di Indonesia yang mengeluarkan produk jagung bioteknologi," kata Imam Sujono pada Minggu, 28 Juli 2024.

Namun, beliau menyoroti bahwa Indonesia tertinggal 28 tahun dari Amerika dalam hal bioteknologi pertanian.

Baca Juga: Rahmat Saleh Wafat, Ketua ISNU Purwakarta Berduka: Kader Teladan Nahdlatul Ulama dari Sukasari!

Rembug Utama dan Agro Expo KTNA Nasional 2024 di Bali

Rembug Utama dan Expo KTNA Nasional 2024 diselenggarakan di Jukung Resto, Tanah Lot, Bali, mulai dari Jumat, 26 Juli hingga Senin, 29 Juli 2024.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Ketua Umum KTNA Nasional, Ir. H. M. Yadi Sofyan Noor, SH, dan Ketua Umum YAMPI, Prof. Dr. Ir. Mohammad Jafar Hafsah, I.P.M.

Tujuan utama dari acara ini adalah untuk membahas perkembangan dan tantangan di sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan di Indonesia.

Tantangan dan Harapan untuk Pertanian Indonesia

Dalam sambutannya, Imam Sujono mengungkapkan, "Kita ketinggalan 28 tahun ketinggalan oleh Amerika, dalam bioteknologi."

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya inovasi teknologi dalam sektor pertanian untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

Menurut beliau, tanpa teknologi yang memadai, Indonesia akan kesulitan menyediakan pangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Kembalinya Grup 2NE1: Titik Awal dari Sang Legenda Girl Grup YG

Komitmen Syngenta untuk Masa Depan Pertanian Indonesia

Halaman:

Tags

Terkini