PurwakartaOnline.com - Perbaikan sektor pertanian dan ketahanan pangan menjadi tugas berat pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada periode 2024-2029.
Prabowo diharapkan bisa membawa sektor pertanian Indonesia lebih maju di tengah gempuran impor pangan, dampak perubahan iklim ekstrem, hingga berkurangnya minat menjadi petani.
Komitmen Prabowo di Sektor Pertanian
Presiden terpilih pada Pemilu 2024, Prabowo Subianto, yang juga Menteri Pertahanan RI, sudah berkali-kali menyampaikan komitmen besarnya di sektor pertanian.
Prabowo bahkan menugaskan secara khusus jajaran kerjanya untuk membantu Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam memperkuat ketahanan pangan.
Hal ini mengingat pentingnya pangan bagi masyarakat miskin, dimana 75% pengeluaran warga miskin dihabiskan untuk makanan.
Kenaikan harga pangan dapat meningkatkan jumlah penduduk miskin.
Baca Juga: Jeremy Thomas Jalani Prosedur Face Lift di Korea Selatan untuk Menjaga Penampilan
Tantangan Impor Pangan
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor bahan pangan Indonesia pada 2023 mencapai Rp 223,97 triliun, meningkat 5,3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Komoditas terbesar yang diimpor adalah gandum dan meslin sebesar Rp 59,73 triliun, diikuti oleh gula, beras, dan kedelai.
Kenaikan terbesar terjadi pada impor beras yang melonjak 785,5% dibandingkan tahun 2022, dengan volume mencapai 3,06 juta ton pada 2023.
Impor pangan yang tinggi menunjukkan ketergantungan Indonesia pada pasokan luar negeri, padahal beberapa komoditas seperti garam, kedelai, jagung, dan kelapa bisa ditanam di dalam negeri.
Hal ini menjadi perhatian serius bagi Prabowo dalam upaya mencapai swasembada pangan.