• Selasa, 16 Agustus 2022

Bagaimana perempuan dan transformasi digital berperan dalam pemulihan ekonomi

- Senin, 23 Mei 2022 | 16:44 WIB
Warga melakukan pembayaran menggunakan fitur pemindai QRIS di Pasar Nyanggelan, Desa Panjer, Denpasar, Bali, Jumat (1/4/2022) (ANTARA)
Warga melakukan pembayaran menggunakan fitur pemindai QRIS di Pasar Nyanggelan, Desa Panjer, Denpasar, Bali, Jumat (1/4/2022) (ANTARA)

Purwakarta Online - Transformasi digital kini sudah menjadi sebuah tuntutan dalam setiap aktivitas kehidupan, terlebih pada sektor perekonomian. Transformasi digital sebagai salah satu solusi guna mewujudkan pertumbuhan yang inklusif mendorong pemulihan ekonomi pascapandemi.

Bank Dunia pernah mengeluarkan data sebanyak 1,7 miliar orang di dunia masih kesulitan mengakses layanan keuangan dasar.

Hal itu disebabkan masih minimnya literasi, keterbatasan pada infrastruktur, persepsi tidak dibutuhkannya pembiayaan, informasi yang asimetris, masalah kepemilikan dokumen legal, hingga keamanan siber.

Baca Juga: Gitar Dari Lagu Nirvana berjudul 'Smells Like Teen Spirit' Kepunyaan Kurt Cobain Laku Rp 67M!

Isu-isu itulah yang mengemuka dalam seminar internasional Digital Transformation for Financial Inclusion of Women, Youth, and MSMEs to Promote Inclusive Growth yang diselenggarakan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) secara daring dan luring bertempat di Bali, pada Rabu (11/5/2022).

Seminar internasional ini merupakan kegiatan pengantar bagi penyelenggaraan 2nd Plenary Meeting of The Global Partnership for Financial Inclusion (GPFI) yang menjadi rangkaian kegiatan Presidensi G20 Indonesia.

Hadir dalam kegiatan itu sejumlah pembicara, antara lain, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga.

Baca Juga: Diperkirakan Pilkada Purwakarta 2024 perlu Rp48 miliar!

Seminar yang membahas sejumlah isu soal perempuan, anak muda, dan UMKM itu itu dibagi dua panel dengan menghadirkan sejumlah panelis. Sesi pertama, hadir narasumber Senior Advisor Bank Sentral Arab Saudi Haitham M Al Ghulaiga, Executive Vice President Women's World Banking Andy Woolnough, GM Middle East Investment Initiative Richard Finke, dan pemilik Bali Arabica Kintamani Komang Sudarsana.

Di sesi kedua, hadir narasumber Head of Division for Sustainable Economic Policy and Financial System Development German Federal Ministry for Economic Cooperation and Development Lucia De Carlo, Presdir Pusat Investasi Pemerinah Kementerian Keuangan RI Ririn Kadariyah, Senior Investment Officer Economic Empowerment Department Islamic Development Bank Zain Al Emam, Country dan Director International Fund for Agricultural Development Ivan C Cortez.

Halaman:

Editor: Enjang Sugianto

Sumber: Indonesia.go id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Analisa Usaha Manggis

Sabtu, 16 Juli 2022 | 04:00 WIB

7 BUMN ini akan dibubarkan!

Jumat, 15 Juli 2022 | 16:54 WIB

Benarkah inflasi di Indonesia terkendali?

Rabu, 6 Juli 2022 | 09:51 WIB

Upaya OJK jaga stabilitas keuangan

Rabu, 6 Juli 2022 | 09:41 WIB
X