Salah satu bentuk konkret dari komitmen ini adalah penerapan "four eyes principles", yaitu mekanisme persetujuan berlapis untuk setiap keputusan bisnis penting.
Langkah ini dirancang untuk meningkatkan kontrol, transparansi, dan mitigasi risiko dalam proses manajemen holding.
Baca Juga: IFG Tegaskan Komitmen Tata Kelola dan Transformasi Industri Keuangan Lewat IIA Conference 2025
Danantara Membangun Kultur Keuangan yang Transparan
Danantara Indonesia, sebagai holding BUMN jasa keuangan yang membawahi IFG, PT Bank Tabungan Negara (BTN).
Indonesia Financial Education Institute (IFEI), telah mengambil peran sebagai pengarah arah strategis reformasi BUMN keuangan nasional.
Achmad Hidayat, Managing Director Internal Audit Danantara Indonesia, menyatakan bahwa transformasi audit internal harus mencerminkan kebutuhan masa depan.
“Di era teknologi dan disrupsi, AI dan data analytics bukanlah keistimewaan, melainkan kebutuhan. Tapi teknologi hanyalah alat. Nilai sejati audit tetap ada pada pemikiran kritis dan etika profesi auditor,” ujarnya dalam forum diskusi panel.
Baca Juga: IFG Dorong Transformasi Industri Keuangan Lewat Tata Kelola dan Audit Internal Berstandar Global
Mewujudkan Industri Keuangan Negara yang Modern dan Tangguh
Lewat IFG, Danantara terus mendorong praktik terbaik (best practice) di sektor asuransi, penjaminan, dan investasi.
Fokusnya bukan hanya memperkuat kinerja anak usaha, tapi juga menciptakan ekosistem BUMN keuangan yang lebih kredibel dan kompetitif secara global.
Langkah ini mencerminkan visi Danantara untuk menjadikan sektor jasa keuangan milik negara sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional tidak hanya lewat profitabilitas, tetapi juga tata kelola yang menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas.
Dukungan terhadap Konferensi Nasional IIA 2025 bukan sekadar kegiatan simbolik, tapi langkah nyata Danantara Indonesia dan IFG dalam membangun tatanan korporasi negara yang modern, etis, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Long Weekend September 2025: Maulid Nabi SAW Jadi Momen Libur Panjang