bisnis

KWT Berinovasi! BRI Dukung Kelompok Wanita Tani di Bali Lewat Program Klasterkuhidupku

Selasa, 10 Juni 2025 | 11:04 WIB
KWT Sari Amerta Giri berkembang berkat program Klasterkuhidupku BRI, dukung UMKM dan pemberdayaan usaha desa. (Foto: Bank BRI)

KWT Sari Amerta Giri Berinovasi, BRI Dukung Lewat Klasterkuhidupku dan Pemberdayaan Usaha

PURWAKARTA ONLINE, Bali – Perempuan desa kini tampil sebagai motor penggerak pembangunan daerah. Salah satu contohnya adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Amerta Giri dari Dusun Asah Panji, Desa Wanagiri, Sukasada, Bali, yang berhasil mencetak inovasi berkat program Klasterkuhidupku dari Bank BRI (BBRI).

Kelompok ini didirikan pada tahun 2009 oleh Ni Nyuman Budiani, yang akrab disapa Ani. Awalnya hanya beranggotakan 17 orang, kini berkembang menjadi 27 anggota. Tujuan awalnya sederhana: meningkatkan pemberdayaan perempuan desa melalui pertanian dan perkebunan.

"Kami ingin para ibu di desa bisa mandiri dan berkontribusi untuk kemajuan desa," ujar Ani.

Berawal dari Lahan, Kini Jadi Produk Unggulan

Di awal berdirinya, KWT Sari Amerta Giri hanya fokus mengelola lahan pertanian milik anggota. Namun, seiring waktu mereka mulai berinovasi. Berbekal bantuan mesin roasting kopi dari pemerintah daerah, kelompok ini melahirkan produk kopi bubuk lokal bernama Dua Putri.

Tak berhenti di situ, KWT juga memproduksi keripik, ekstrak jahe, dan bahkan wine kopi, yaitu fermentasi kopi seperti wine pada umumnya. Dalam sebulan, mereka bisa memproduksi hingga 150 kilogram kopi untuk dipasarkan di toko-toko lokal dan berbagai pameran UMKM.

"Kami ingin hasil kebun tidak hanya dijual mentah, tapi punya nilai tambah," kata Ani.

Bahkan dari hasil usahanya, KWT bisa membeli tanah sendiri untuk dikelola bersama anggota sebagai lahan pertanian baru.

Baca Juga: BRI Dorong Desa Wisata Lewat Program Desa BRILiaN, Perkuat Pemberdayaan dan Potensi Lokal

BRI Turut Hadir Lewat Program Klasterkuhidupku

Tahun 2024 menjadi titik penting dalam perjalanan KWT ini. BRI hadir lewat program Klasterkuhidupku yang memberikan pendampingan dan bantuan langsung berupa mesin espresso, freezer, dan pelatihan sertifikasi barista dasar bagi anggota kelompok.

"Bantuan BRI benar-benar terasa manfaatnya. Bukan hanya alat, tapi juga ilmu yang berguna untuk jangka panjang," ucap Ani dengan semangat.

Kehadiran program ini memperluas jangkauan pemberdayaan, tidak hanya kepada anggota kelompok, tapi juga masyarakat sekitar, termasuk pemuda desa yang mulai tertarik belajar tentang kopi dan wirausaha.

Halaman:

Tags

Terkini