Ini menjadi pendorong utama kenaikan omzet dan rentabilitas, meskipun biaya produksi juga meningkat karena naiknya harga bahan baku.
“UMKM semakin kreatif, banyak yang mulai jual produk lewat online, dan ini turut mendongkrak penjualan,” tambah Hendy.
Meski demikian, tantangan tetap ada.
Baca Juga: 7 Fakta Menarik Film Dendam Malam Kelam, Thriller Psikologis Penuh Misteri
Harga barang input yang mahal dan daya beli yang belum sepenuhnya pulih menjadi perhatian bagi UMKM ke depan.
Indeks Sentimen Bisnis UMKM (ISB) juga menunjukkan tren positif.
Nilainya berada di 114,1, dengan Indeks Situasi Sekarang (ISS) naik ke 93,7 dan Indeks Ekspektasi (IE) di 134,5, meski sedikit menurun dari kuartal sebelumnya.***
Artikel Terkait
BRI Andalkan 1,19 Juta AgenBRILink, 742 Ribu E-Channel, dan BRImo untuk Hadapi Long Weekend
BRImo dari BRI Siap Layani Transaksi Selama Long Weekend, Super Apps Andalan untuk Nasabah Digital
BRI Peduli Fasilitasi Sertifikasi Halal bagi UMKM untuk Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal
Rumah BUMN Jakarta BRI Dukung UMKM Ekspor Sambal Kawani ke Taiwan Lewat Pendampingan Berkelanjutan
Sambal Kawani Tembus Pasar Taiwan, Berkat Rumah BUMN Jakarta dan Pendampingan BRI untuk UMKM
BRI Dukung UMKM Lewat Rumah BUMN Jakarta, Jadikan Sambal Kawani Sukses Ekspor Ribuan Botol
BRI Raih Penghargaan Mata Lokal Award 2025 Lewat Program BRInita untuk Pemberdayaan Perempuan
BRI Raih Penghargaan Mata Lokal Award 2025 Lewat Program BRInita di Bidang Urban Farming
BRInita BRI Sukses Kembangkan Urban Farming di 31 Lokasi, Tekan Stunting dan Tingkatkan IPM
Indeks Bisnis UMKM BRI Q1-2025 Tumbuh ke 104,3, Dorong Optimisme Pelaku Usaha Kecil