Fakta dan Klarifikasi di Balik Isu Ransomware Bank BRI

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Jumat, 27 Desember 2024 | 21:00 WIB
Heboh isu Bank BRI diserang ransomware oleh Bashe. (X @FalconFeedsio)
Heboh isu Bank BRI diserang ransomware oleh Bashe. (X @FalconFeedsio)

Jika tidak ditebus, mereka mengancam akan menjual data kepada pihak ketiga.

Baca Juga: 5 Lokasi Camping Terpopuler di Purwakarta, Wajib Dicoba!

Klarifikasi Pakar IT

Teguh Aprianto, seorang pakar cybersecurity sekaligus pendiri Ethical Hacker Indonesia, sejak awal merasa janggal dengan klaim ini.

Menurut Teguh, data yang disebut-sebut oleh Bashe tidak meyakinkan.

Setelah tenggat waktu tebusan berlalu, Bashe mempublikasikan data yang mereka klaim telah diretas.

Namun, data tersebut hanya berupa file Excel berisi 100 baris yang ternyata sudah tersedia di platform publik seperti Scribd dan PDFCoffee.

Baca Juga: Buruh Purwakarta Bersatu, FSPMI Ultimatum Pemerintah Soal UMSK

“Mari tepuk tangan untuk Bashe, grup ransomware terkocak sepanjang masa,” tulis Teguh di akun X-nya, @secgron, pada 25 Desember 2024.

Postingan ini dilengkapi tangkapan layar data yang dipublikasikan Bashe.

Operasional BRI Tetap Lancar

Klaim bahwa BRI menjadi korban ransomware akhirnya terbantahkan.

Selama isu ini viral, layanan BRI seperti mobile banking tetap berjalan normal.

Baca Juga: UMK Purwakarta 2025, Apa Artinya untuk Ekonomi Daerah?

Tidak ada gangguan signifikan yang dialami nasabah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Sumber: X @FalconFeedsio

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X