PURWAKARTA ONLINE - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyoroti pentingnya pemeriksaan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus korupsi tata kelola minyak Pertamina.
Menurut Dasco, sebagai mantan Komisaris Utama Pertamina, Ahok memiliki tanggung jawab besar dalam mengawasi kinerja direksi dan anak perusahaan.
"Sebagai komisaris, Ahok menerima laporan dan hasil audit. Ini perlu dicek ulang, terutama jika ada indikasi penyimpangan," ujar Dasco di Jakarta Timur, Jumat (14/3/2025).
Pemeriksaan Ahok oleh Kejagung berlangsung selama 10 jam, dengan fokus pada perannya dalam pengawasan impor minyak mentah dan produk kilang.
Ahok mengaku terkejut dengan data yang dimiliki penyidik, termasuk dugaan fraud di PT Pertamina Patra Niaga.
Harli Siregar dari Kejagung menegaskan, pemeriksaan ini merupakan bagian dari strategi penyidikan untuk mengungkap praktik korupsi yang melibatkan sembilan tersangka, termasuk enam petinggi Pertamina dan tiga pihak swasta.
Baca Juga: PST dan Ekonomi Indonesia, Adaptasi Terhadap Zona Waktu Global
Dasco menambahkan, proses audit dan pengawasan di Pertamina harus dievaluasi ulang untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
"Jika ada kelemahan, harus segera diperbaiki agar tidak terulang di masa depan," pungkasnya.
Kejagung berencana melanjutkan penyidikan dengan memeriksa lebih banyak saksi dan dokumen pendukung, termasuk notulen rapat direksi dan komisaris.
Baca Juga: BYD Sealion 7 Jadi Primadona di IIMS 2025, Catat Rekor Penjualan Mencengangkan!
Langkah ini diharapkan dapat mengungkap tuntas kasus korupsi yang merugikan negara ini.***