Kontroversi ini terjadi di tengah berita nyata yang memilukan dari Gaza.
Pada 1 Januari 2025, serangan udara Israel menewaskan seorang anak berusia delapan tahun, Adam Farhallah.
Peristiwa ini menambah panjang daftar korban akibat konflik berkepanjangan.
Banyak yang menilai bahwa When The Phone Rings gagal menggambarkan realitas ini dan justru menyampaikan narasi yang bias.
Baca Juga: KPK Sita Uang Rp62 Miliar Terkait Dugaan Korupsi Proyek PT PP: Apa yang Terjadi?
Respons yang Ditunggu
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari MBC atau tim produksi.
Apakah mereka akan meminta maaf atau tetap bertahan dengan cerita yang telah disampaikan?
Drama Korea telah menjadi fenomena global, tetapi kontroversi seperti ini menunjukkan pentingnya sensitivitas terhadap isu kemanusiaan.
Apakah When The Phone Rings hanya sebuah drama atau ada pesan terselubung di baliknya?
Waktu yang akan menjawab.***