PURWAKARTA ONLINE - Jagat akademik dan keagamaan Indonesia tengah diguncang oleh sebuah tesis kontroversial yang ditulis oleh KH Imaduddin Utsman Al Bantani.
Tesis ini memunculkan ketegangan, khususnya terkait klaim yang dia ajukan mengenai nasab Baalawi—garis keturunan yang selama ini diyakini sebagai keturunan langsung Rasulullah SAW.
Tesis yang Memicu Polemik
KH Imaduddin, seorang ulama dan sejarawan, mengungkapkan dalam karyanya bahwa nasab Baalawi yang dianggap mulia oleh banyak umat Islam, khususnya di Indonesia, ternyata telah terputus.
Tesis ini langsung menyentuh hati banyak pihak dan menimbulkan tajam di kalangan masyarakat dan tokoh agama.
Baca Juga: PERSIB Alihkan Fokus ke Liga 1 2024/2025, Setelah Tersingkir Di ACL
Sebagian kalangan menilai klaim ini sangat kontroversial dan bisa mengejutkan opini banyak orang.
Namun, bagi KH Imaduddin, hal ini adalah bagian dari pencarian ilmiah yang harus didasarkan pada bukti dan penelitian yang kuat.
KH Said Aqil Angkat Bicara
Tak lama setelah tesis tersebut beredar, tokoh penting Nahdlatul Ulama (NU), KH Said Aqil, memberikan tanggapan yang cukup tegas.
Dalam acara Istighasah dan doa bersama yang digelar di Pondok Pesantren Fauzan, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, pada Sabtu (13/07/2024), KH Said Aqil menantang siapa pun yang tidak setuju dengan temuan KH Imaduddin untuk mengajukan sanggahan melalui perdebatan ilmiah.
“Silakan berdebat ilmiah dengan Kyai Imad, menggunakan metode ilmiah, penelitian, DNA, dan literatur. Jika tidak ditemukan nama Ubaidilah bin Ahmad Muhajir, maka keturunan Baalawi di Indonesia adalah keturunan Rasulullah palsu menurut tesis Kyai Imad,” tegas KH Said Aqil.
KH Said Aqil juga menambahkan bahwa kritik terhadap tesis ini harus disampaikan dengan pendekatan ilmiah, bukan dengan emosi.