PURWAKARTA ONLINE, Semarang - Tragedi yang menimpa dr. Aulia Risma Lestari, seorang dokter muda yang sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, telah mengejutkan banyak pihak.
Pada Senin malam, 12 Agustus 2024, Aulia ditemukan tewas di kamar kosnya di Lempongsari, Gajahmungkur, dengan dugaan kuat bahwa ia telah menyuntikkan obat ke tubuhnya sendiri.
Mimpi yang Berakhir Tragis
Aulia, yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di RSUD Kardinah, Kota Tegal, dikenal sebagai sosok yang cerdas dan berprestasi.
Ia menyelesaikan pendidikan kedokteran dengan predikat cumlaude dan memiliki IPK 3.9 dari Universitas Islam Sultan Agung.
Keberhasilannya mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Kota Tegal untuk melanjutkan pendidikan spesialis di Undip merupakan bukti lain dari kegigihannya dalam mengejar cita-cita.
Namun, di balik prestasi gemilang tersebut, Aulia ternyata menyimpan beban berat yang tak mampu ia tanggung.
Sebelum kematiannya, Aulia sempat mengungkapkan kepada keluarganya tentang keinginan untuk berhenti dari program spesialisasi yang sedang dijalaninya.
Ia merasa tidak kuat menghadapi tekanan yang datang baik dari sisi akademis maupun dari lingkungan tempat ia belajar dan bekerja.
Baca Juga: Mateo Kocijan: Gelandang Kunci PERSIB di Liga 1 2024-25
Misteri di Balik Kematian
Polisi yang melakukan penyelidikan di lokasi kejadian menemukan buku harian milik Aulia, yang menggambarkan betapa tertekannya ia selama menjalani program PPDS di RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Dalam catatan tersebut, Aulia berulang kali mengeluhkan rasa sakit fisik dan mental yang ia rasakan, hingga akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
Di sisi lain, keluarga Aulia melalui kuasa hukumnya, Susyanto SH MH, membantah bahwa Aulia meninggal karena bunuh diri.