pertanian

Pengaruh Variabel Lingkungan terhadap Suhu Tubuh Domba Lokal: Studi Kasus di Desa Pusakamulya, Jawa Barat

Jumat, 1 Agustus 2025 | 15:12 WIB

Abstrak

Suhu tubuh merupakan indikator penting dalam menilai status kesehatan dan fisiologis ternak, terutama dalam sistem pemeliharaan tradisional yang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variabel lingkungan seperti suhu udara dan kelembaban terhadap suhu tubuh domba lokal. Penelitian dilaksanakan di Desa Pusakamulya, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, selama dua hari dengan dua ekor domba berusia 7–9 bulan sebagai subjek. Parameter yang diamati meliputi suhu tubuh, suhu udara dalam dan luar kandang, kelembaban udara, frekuensi respirasi, dan detak jantung. Hasil menunjukkan bahwa fluktuasi suhu dan kelembaban lingkungan memengaruhi suhu tubuh domba. Peningkatan suhu udara di siang hari berkorelasi dengan peningkatan suhu tubuh dan aktivitas fisiologis domba. Studi ini memberikan implikasi penting dalam manajemen pemeliharaan ternak untuk menjaga kesejahteraan hewan di bawah kondisi iklim tropis.

Kata kunci: domba lokal, suhu tubuh, suhu udara, kelembaban, kesejahteraan hewan

 

1. Pendahuluan

Subsektor peternakan memegang peranan strategis dalam pembangunan pertanian nasional, terutama sebagai penyedia protein hewani. Di antara berbagai indikator kesehatan ternak, suhu tubuh merupakan parameter fisiologis penting yang mencerminkan respon adaptif terhadap perubahan lingkungan. Domba sebagai salah satu komoditas ternak unggulan di pedesaan sangat bergantung pada kondisi lingkungan sekitarnya. Perubahan suhu dan kelembaban dapat menimbulkan stres termal yang berdampak negatif terhadap kesehatan dan produktivitas ternak (Marai et al., 2007). Oleh karena itu, pemahaman terhadap dinamika suhu tubuh domba dalam respons terhadap lingkungan sangat penting untuk diterapkan dalam sistem manajemen ternak berbasis lokal.

 

2. Metodologi Penelitian

2.1. Subjek Penelitian

Penelitian ini menggunakan dua ekor domba lokal berusia antara 7 hingga 9 bulan yang dipelihara secara semi-intensif oleh peternak di Kelompok Tani Desa Pusakamulya.

2.2. Lokasi dan Waktu Penelitian

Pengambilan data dilaksanakan selama dua hari berturut-turut di Desa Pusakamulya, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

2.3. Parameter yang Diamati

Suhu tubuh domba diukur secara rektal menggunakan termometer digital setiap pukul 06.30, 11.30, dan 16.30 WIB.

Suhu udara dalam dan luar kandang serta kelembaban diukur menggunakan termometer dan higrometer digital pada waktu yang sama.

Halaman:

Tags

Terkini

Ketika Mantan PETI Bersama-sama Membangun Pongkor

Minggu, 1 Maret 2026 | 22:25 WIB