Pengaruh Variabel Lingkungan terhadap Suhu Tubuh Domba Lokal: Studi Kasus di Desa Pusakamulya, Jawa Barat

photo author
Ichwansyah Wiradimadja, Purwakarta Online
- Jumat, 1 Agustus 2025 | 15:12 WIB

Frekuensi respirasi dan detak jantung diamati dengan metode observasi langsung dan bantuan stetoskop.

 

3. Hasil dan Pembahasan

3.1. Hari Pertama Observasi

Suhu tubuh domba berkisar antara 37.4°C hingga 38.4°C, dengan rata-rata suhu tertinggi terjadi pada sore hari.

Suhu udara luar mencapai puncaknya pada siang hari (29.1°C), sedangkan kelembaban menurun hingga 33% di pagi hari.

Respirasi dan detak jantung menunjukkan peningkatan pada siang hari, yang mengindikasikan respons fisiologis terhadap suhu lingkungan yang lebih tinggi.

3.2. Hari Kedua Observasi

Terjadi peningkatan suhu tubuh domba pada siang hari (rata-rata 38.2°C), bersamaan dengan suhu lingkungan yang relatif tinggi.

Detak jantung dan frekuensi respirasi juga menunjukkan pola yang serupa dengan hari pertama, yang memperkuat indikasi adanya korelasi antara suhu udara dengan aktivitas metabolik.

3.3. Diskusi

Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan sebelumnya (McManus et al., 2009) bahwa suhu lingkungan yang tinggi dan kelembaban rendah dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh hewan ruminansia. Adaptasi fisiologis seperti peningkatan respirasi dan denyut jantung adalah mekanisme alami hewan untuk mempertahankan homeostasis. Oleh karena itu, variabel mikroklimat harus menjadi perhatian utama dalam manajemen pemeliharaan ternak, khususnya di daerah tropis.

 

4. Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ichwansyah Wiradimadja

Tags

Rekomendasi

Terkini

Ketika Mantan PETI Bersama-sama Membangun Pongkor

Minggu, 1 Maret 2026 | 22:25 WIB
X