Pria asal Aceh ini mengawali karir profesionalnya bersama PSSB Bireuen pada 2010.
Kepiawaiannya di lapangan hijau kemudian membawanya bergabung dengan berbagai klub besar, seperti Persiraja Banda Aceh, Persiba Balikpapan, Sriwijaya FC, dan Bali United.
Apalagi ia pernah menjalani trial di klub Jepang, Ventforet Kofu, sebagai bentuk pengakuan atas bakatnya.
Puncak prestasi Syakir datang pada tahun 2013, ketika ia meraih gelar Pemain Muda Terbaik Liga Super Indonesia bersama Sriwijaya FC.
Tak hanya itu, Indra Sjafri, pelatih Timnas U-23 saat itu, melihat potensinya dan membawanya untuk memperkuat Garuda Muda di Piala AFF U-23 2013-2014.
Baca Juga: Persib Optimis Menang Lawan Lion City Sailors di AFC Champions League 2024
Syakir tampil dalam 6 laga, mencatatkan namanya di hati para penggemar sepak bola Tanah Air.
Nilai Pasar yang Pernah Ada Ratusan Juta
Sebagai pemain yang dikenal dengan skill tinggi dan kemampuan mengendalikan bola, Syakir memiliki harga pasaran tertinggi sebesar Rp434,54 juta pada Mei 2017.
Nilai ini tercatat saat ia beralih dari Bali United ke Aceh United pada awal 2018.
Namun, sayangnya, 2019 menjadi tahun terakhir bagi Syakir di lapangan hijau setelah memutuskan pensiun dari sepak bola profesional.
Jeratan Hukum Menanti
Kini, Syakir harus menanggung konsekuensi dari perbuatannya.
Ia dijerat Pasal 35 Jo Pasal 435 ayat 2 UU RI Nomor 17 tahun 2023 tentang kesehatan, yang membawa ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.