PURWAKARTA ONLINE - Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Purwakarta, H Sona Maulida Roemardie mengulas sejarah bagaimana Aqidah Ahlussunnah Waljamaah 'dihilangkan' di wilayah yang saat ini disebut dengan kerajaan Saudi Arabia.
Situs-situs sejarah penting terkait Nabi Muhammad dihancurkan dan dialih fungsikan, dengan alasan untuk menjaga Aqidah.
Namun sayangnya hal ini berdampak pada terputusnya generasi dari sejarahnya sendiri.
Baca Juga: Nuseir Yasin Nas Daily: Saya Muslim Bangsa Palestina, berkewarganegaraan Israel!
Terkait fakta-fakta tersebut, Haji Sona mengatakan ada banyak hal penting yang harus diperjuangkan melalui jalur kekuasaan.
"Sejarah membuktikan, peralihan kekuasaan hampir menghapus situs-situs penting yang pada akhirnya bisa memutus umat islam dari sejarahnya sendiri," ujar H Sona Maulida, pada Reses Fraksi Partai PKB di Kecamatan Kiarapedes, Rabu (15/2/2023).
Haji Sona juga mengungkapkan pentingnya membuat struktur hingga tingkat anak ranting.
Baca Juga: Ketua PCNU, H Bahir Muhlis: Melalui ketahanan dan kemandirian pangan, kita hijaukan Purwakarta!
Menurutnya banyak permasalahan di tingkat RW yang tidak tersampaikan hingga tingkat kabupaten.
"Pentingnya struktur hingga anak ranting (wilayah RW), permasalahan terinventarisir hingga dibuat berupa kebijakan dan penganggaran. Sehingga solusi dibuat secara menyeluruh," ujar Haji Sona.
"Baik urusan pembangunan (infrastruktur fisik) hingga kepentingan lainnya, aspirasi harus sampai ke tingkat kebijakan secara tuntas," pungkas Haji Sona Maulida.***