Esoknya, Dea ditemukan tewas.
Polisi menduga, semua teror itu hanyalah skenario yang disusun rapi Ade untuk mengalihkan perhatian sebelum menghabisi nyawa Dea.
Baca Juga: Karya dan Pengaruh Ismail Al-jazari dalam Sejarah Teknologi
Detik-Detik Tragis di Hari Kejadian
Pagi itu, Dea terlihat normal.
“Saya sempat sapa dia, dia bilang buru-buru jemur pakaian sebelum hujan,” tutur Salbiah, tetangga korban.
Tak lama, pembantu Dea, yang bernama Ade Mulyana berlari keluar rumah sambil berteriak, “Bu Dea dibunuh!”
Warga yang datang menemukan jejak darah di pintu dapur, tapi tak berani masuk.
Baca Juga: Masalah Royalti Kini Dalam Puncaknya Gratiskan Semua lagu Tompi Putuskan Keluar Dari WAMI
Polisi yang tiba di lokasi segera mengamankan Ade.
“Pelaku ada di situ, tidak melarikan diri,” kata Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, Ade resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Rasa Dikhianati Keluarga
Yuli Ismawati, ibu korban, tak menyangka Ade adalah pelaku.
“Dia orang yang dekat dengan anak saya, kami sudah anggap seperti keluarga,” ujarnya.