Herlambang Wiratraman, pengamat dari LP3ES, mengkritik langkah PDIP tersebut.
"Kalau PDIP bergabung dengan kekuasaan, akan menebalkan ketidakpercayaan publik terhadap partai politik," ujarnya.
Kebohongan ini, menurut Herlambang, terlihat jelas ketika PDIP sebelumnya menyatakan siap menjadi oposisi.
Bahkan, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pernah menegaskan bahwa partainya akan menjadi oposisi demi memperkuat demokrasi.
Kini, publik dihadapkan pada kenyataan bahwa janji politik sering kali tidak sejalan dengan realita.
Baca Juga: John Sitorus: Fufufafa 100 Persen adalah Gibran Anak Jokowi!
Akhir Drama Politik
Pertarungan politik antara kubu Jokowi dan PDIP masih terus bergulir, dan apakah Gibran benar-benar akan dilengserkan serta Puan Maharani menggantikannya, semua masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.
Yang pasti, publik terus menyaksikan setiap babak dari drama adu domba politik yang semakin panas di Indonesia.
Apakah ini hanya sekedar spekulasi atau ada realitas politik di baliknya? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Satu hal yang pasti, perpolitikan Indonesia sedang berada di tengah badai, dan arah anginnya masih sulit diprediksi.***