Adu Domba Jokowi dengan Prabowo! Gibran Terancam, Puan Maharani Menguat

photo author
Enjang Sugianto, Purwakarta Online
- Senin, 23 September 2024 | 15:05 WIB
Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto  (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Spekulasi semakin tajam setelah Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, menanggapi kabar mengenai rencana pertemuan antara Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri.

Dalam pernyataannya, Puan mengatakan, "Semuanya tidak ada yang tidak mungkin. Mungkin saja."

Ini memperkuat dugaan bahwa PDIP sedang menjajaki kemungkinan untuk bergabung dengan pemerintahan Prabowo, terutama setelah pelantikan presiden terpilih pada 20 Oktober 2024.

Namun, Puan juga menegaskan bahwa keputusan akhir baru bisa diketahui setelah pertemuan tersebut terjadi.

Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, juga menyebut bahwa pertemuan ini hanya tinggal menunggu momentum.

Baca Juga: PDIP Merapat ke Prabowo? Sinyal Sudah Nampak

"Kita semua bersiap-siap untuk menyambut presiden terpilih dilantik tanggal 20 Oktober. Dan insyaallah, sebelum pelantikan, Ibu Megawati akan bertemu dengan Bapak Prabowo," ujarnya.

SBY Beri Nasihat, Jokowi Mesti Lepaskan Kendali?

Di sisi lain, pertemuan antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara juga memicu banyak spekulasi.

Analis politik Hendri Satrio (Hensat) mengatakan, ada kemungkinan bahwa SBY memberi nasihat kepada Jokowi untuk sepenuhnya mempercayakan pemerintahan kepada Prabowo setelah Jokowi tidak lagi menjabat sebagai presiden.

Menurut Hensat, topik-topik lain seperti masa depan Partai Demokrat dan posisi Jokowi pasca-pemerintahannya mungkin juga dibahas.

Pertemuan ini menunjukkan adanya upaya transisi yang mulus, meski tidak bisa dilepaskan dari intrik politik yang terjadi di balik layar.

Baca Juga: Netizen Gercep Sebar Identitas Pelaku Penganiayaan Pacar di Universitas Trunojoyo Madura!

Tantangan Oposisi dan Ketidakpercayaan Publik

Namun, jika PDIP akhirnya bergabung dengan kabinet Prabowo, hal ini justru bisa memperdalam krisis kepercayaan publik terhadap partai politik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X