"Selain mengikuti acara, para undangan juga bisa mengenal lebih dekat wisata yang ada di sini. Silaturahmi pun terjalin baik," tambahnya.
Ujung Aspal memang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam di Pusakamulya yang potensial.
Dengan adanya KTH (Kelompok Tani Hutan) pertanian kopi dan wisata di kawasan ini, kolaborasi antara LMDH dan Perhutani diharapkan semakin erat.
Baca Juga: Alliansyah, Sosok di Balik Suksesnya Hadjat Tani Kopi 2024 Desa Pusakamulya
Bangga, Menjadi Tuan Rumah
Sebagai mitra utama Perum Perhutani KPH Bandung Utara dalam mengelola Hutan Pangkuan Desa (HPD) Pusakamulya, Dede Warsid mengaku bangga bisa terlibat dalam acara tersebut.
Namun, ia juga merasakan bahwa peran LMDH belum sepenuhnya diakui di lingkungan Desa Pusakamulya.
"Kami merasa, di acara kemarin, LMDH dan Perhutani seperti tamu, bukan pribumi," ungkapnya.
Dede berharap, di acara selanjutnya, baik LMDH maupun Perhutani dapat lebih diakui sebagai bagian dari tuan rumah acara.
Baca Juga: Profil Park Hyung Sik, Bintang K-Drama Treasure Island! Memikat Hati Para Penggemar Drakor
Rencana ke Depan
Untuk ke depannya, Dede Warsid memiliki beberapa rekomendasi.
Ia menyebut bahwa koordinasi antara LMDH dan Perhutani harus diperbaiki, rangkaian acara juga harus lebih terstruktur, dan materi yang disampaikan di podium perlu dikonsultasikan terlebih dahulu.
"Kita ingin, jika ada acara lagi, semua pihak terlibat dengan lebih baik. Koordinasi, program acara, hingga konten yang disampaikan harus dipikirkan matang," tutup Dede.
Dengan potensi wisata dan pertanian kopi di Desa Pusakamulya, kolaborasi LMDH dan Perhutani akan menjadi kunci penting dalam pengembangan kawasan ini.