"Koordinasi berjalan lancar, tapi soal materi memang menjadi tantangan terbesar," tutur Alliansyah.
Peran Karang Taruna dalam Hadjat Tani Kopi
Alliansyah menjelaskan bahwa Karang Taruna Desa Pusakamulya, termasuk dirinya yang bertugas sebagai sekretaris, berperan aktif dalam penyelenggaraan acara ini.
Semua anggota panitia merupakan pemuda-pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna dari berbagai dusun, termasuk Parakanceuri, dusun yang terkenal dengan aktivitas budidaya kopi di lereng utara Gunung Burangrang.
Kegiatan Utama yang Menarik Perhatian Peserta
Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian peserta adalah upacara adat rajah bubuka serta sesi diskusi interaktif.
Acara tersebut menjadi ajang berkumpulnya para petani kopi untuk berinteraksi langsung dengan para pemangku kepentingan, membahas masa depan pertanian kopi di Pusakamulya.
Baca Juga: Makna hadjat tani kopi : Menurut Ketua Panitia, Aliansah.
Dampak Positif Bagi Kopi Lokal dan Kesejahteraan Petani
Alliansyah menegaskan bahwa acara ini sangat berdampak pada promosi kopi lokal.
Dengan menggandeng media partner dan Ekraf (ekonomi kreatif), kopi Pusakamulya mulai mendapatkan sorotan dari pelaku bisnis seperti coffee shop dan hotel.
Kerjasama ini diharapkan dapat mendorong peningkatan pasar kopi lokal dan kesejahteraan petani.
Potensi Menjadi Agenda Tahunan
Melihat kesuksesan acara, Alliansyah optimis bahwa Hadjat Tani Kopi memiliki potensi besar untuk menjadi agenda tahunan.