Perjuangan Tak Kenal Lelah
Zaenx bukanlah nama asing dalam dunia perkebunan di Purwakarta.
Sejak memimpin Gapoktan Pusaka Mandiri, ia telah membawa berbagai inovasi dalam budidaya teh, meningkatkan kualitas dan produktivitas perkebunan di desanya.
"Kami bekerja keras bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk masa depan pertanian di daerah ini," katanya.
Ketika berbicara tentang peluang, Zaenx tetap realistis.
"Tentu saja, kompetisi ini berat. Tapi, apa pun hasilnya, saya bangga bisa mewakili Purwakarta. Ini adalah bukti bahwa dengan kerja keras, petani dari desa kecil pun bisa berdiri sejajar dengan yang lain."
Momen Penentuan
Acara yang dimulai pukul 08.30 pagi itu berlangsung dengan penuh antusiasme.
Para tamu undangan dari berbagai penjuru Jawa Barat terlihat semangat menantikan pengumuman pemenang di setiap kategori.
Tidak hanya Zaenx, nama-nama seperti Syahdan Al Haq dari Bandung dan Hendi Kuswaya dari Pangandaran juga menjadi sorotan utama.
Dalam kategori "Petani Perkebunan", Zaenx bersaing ketat dengan dua nama besar lainnya.
Penilaian dilakukan oleh tim ahli yang tidak main-main, di antaranya Ir. Saptoningsih, MP., dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, dan Dr. Tri Hastini, SP., M.Si., dari Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BSIP) Jawa Barat.
Proses seleksi yang ketat memastikan bahwa penghargaan ini diberikan kepada yang benar-benar layak.