news

Kerukunan dalam Politik: Bersatunya Jokowi dan Prabowo sebagai Inspirasi Kerukunan bagi Bangsa

Minggu, 21 Januari 2024 | 21:54 WIB
Maruar Sirait salut dengan ketulusan Prabowo, Minggu 21 Januari 2024 (Doc Promedia )

PurwakartaOnline.com - Politisi senior Maruarar Sirait, atau yang akrab disapa Bang Ara, menghadiri deklarasi dukungan 'Sahabat Bang Ara' di Majalengka, Jawa Barat, pada Minggu (21/1), untuk mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming dalam kontestasi politik.

Dalam kesempatan tersebut, Bang Ara menyampaikan doa dan dukungannya agar Prabowo Subianto dapat memimpin Indonesia selama 10 tahun ke depan.

Ia menekankan pentingnya kesejahteraan rakyat dan mengajak Prabowo untuk mendukung program-program pemerintah di tanah Majalengka.

Pentingnya dukungan Bang Ara terhadap Prabowo-Gibran bukan semata-mata karena pertimbangan politik.

Baca Juga: Misteri Aset Ratusan Miliar, Ahmad Zulfikar IPDN Dilaporkan ke KPK

Menurutnya, Prabowo Subianto merupakan lambang kerukunan di Indonesia.

Ara memandang positif kolaborasi antara Prabowo dan Joko Widodo (Jokowi), yang sebelumnya merupakan rival dalam Pilpres 2014 dan 2019.

Ara menjelaskan bahwa setelah kontestasi Pilpres 2019, Jokowi dengan rendah hati mengajak Prabowo untuk turut serta dalam pemerintahan.

Meskipun pendukung Prabowo mungkin tidak sepenuhnya setuju dengan keputusan tersebut, namun Ara menegaskan bahwa Prabowo dan Jokowi bersatu demi kepentingan bangsa dan negara.

Baca Juga: Maria Nagai: Perjalanan Panjang Seorang Bintang Film Dewasa Jepang yang Fenomenal

"Kalau tidak ada Jokowi dan Prabowo, tidak ada contoh soal kerukunan. Pemimpinnya cuma ada konflik terus. Bertarung terus. Kita bersyukur. Bung Karno mengajarkan 'jasmerah', jangan melupakan sejarah," ungkap Ara.

Lebih lanjut, Ara menyoroti bahwa Prabowo dan Jokowi menjadi contoh bahwa rivalitas politik tidak boleh mengalahkan kepentingan bangsa.

Mereka berhasil bersatu untuk Indonesia, menghormati sejarah, dan menciptakan sejarah baru yang menjadi nilai kelas dunia.

"Pak Jokowi dan Pak Prabowo menghormati sejarah dan juga membuat sejarah. Bukan hanya di Indonesia, tapi di dunia. Ini adalah nilai kelas dunia. Nilai juara. Dua orang yang bertarung keras bisa bersatu untuk Indonesia," tandas Ara.

Halaman:

Tags

Terkini