bisnis

PMI Manufaktur Indonesia Meledak ke Zona Ekspansi: Ekonomi Nasional Bangkit Setelah 5 Bulan Terpuruk!

Kamis, 4 September 2025 | 11:00 WIB
Menperin Agus Gumiwang ingatkan pentingnya stabilitas nasional di tengah ekspansi industri manufaktur ((kemenperin.go.id))

Namun, ia juga memberikan peringatan keras “Manufaktur melibatkan banyak kegiatan, mulai dari forward linkages, backward linkages, investasi, UMR, bahan baku, logistik, hingga sumber daya energi. Semua rantai ini harus dijaga agar optimisme tetap tumbuh.”

Artinya, sedikit saja gangguan pada stabilitas nasional, maka rantai besar ini bisa terguncang kembali.

Baca Juga: Ekonomi Ekstraktif Rusak Lingkungan, Indonesia Butuh Jalan Ekonomi Restoratif

Indeks Kepercayaan Industri Ikut Meroket

Bukan hanya PMI yang mengirimkan kabar baik. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pun naik menjadi 53,55 poin, dari sebelumnya 52,89.

Angka ini adalah cermin bahwa pelaku industri semakin yakin dengan arah kebijakan pemerintah serta iklim usaha ke depan.

Jika dibandingkan dengan negara-negara industri besar, posisi Indonesia justru lebih unggul. PMI Indonesia lebih tinggi dari Prancis, Jerman, Jepang, bahkan Korea Selatan.

Fakta ini memperlihatkan bahwa di tengah badai global, Indonesia berhasil menyalakan cahaya harapan bagi sektor manufakturnya.

Baca Juga: Ramai di WhatsApp, Kabar Duka Istri Gus Baha Ternyata Salah Sasaran

Harapan Baru di Tengah Ketidakpastian Global

Kebangkitan PMI Manufaktur Indonesia bukan sekadar catatan ekonomi.

Bagi buruh pabrik yang takut kehilangan pekerjaan, bagi pengusaha kecil yang bergantung pada pesanan bahan baku, hingga bagi pemerintah daerah yang mengandalkan industri sebagai sumber PAD—ini adalah kabar yang membuat dada lega.

Namun, optimisme ini bukan akhir dari perjuangan. Tantangan global masih menghadang: fluktuasi harga energi, geopolitik internasional, hingga ancaman resesi dunia.

Yang jelas, Agustus 2025 menjadi tonggak penting: Indonesia membuktikan diri mampu keluar dari kontraksi, melangkah ke arah pemulihan, bahkan lebih kuat dari negara industri besar lain.***

Halaman:

Tags

Terkini