News

Desa

Ragam

Kesehatan

Selebritis

Sunday, August 9

Agus Sanusi: Teman abadi dalam politik itu ada!

agus-sanusi-purwakarta

Oleh: Agus Sanusi

Orang itu tergantung agama temannya, maka lihatlah siapa teman kalian. Dan untuk mengenal seseorang kita juga bisa melihat dengan siapa saja mereka berteman.

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan:

Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap. (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Apakah dalam politik ada teman yang abadi?

Jawabannya: Iya

Siapakah mereka?

Orang yang satu agama denganmu, satu visi dan tidak pernah bergeser sedikit pun darinya atau berkhianat.

Ungkapan "tak ada teman abadi" hanya berlaku bagi mereka yang digerakan semata oleh kepentingan sesaat, bukan nilai dan prinsip. (*)

Sumber: Facebook

Friday, August 7

Covid-19 Purwakarta, 5 Orang Terkonfirmasi Positif Dinyatakan Sembuh



PurwakartaOnline.com - Kabar gembira disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Purwakarta. Lima dari Sembilan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dinyatakan sembuh pada Senin 3 Agustus 2020 ini.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Purwakarta, dr Deni Darmawan, mengatakan secara kumulatif jumlah warga yang terkonfirmasi positif di wilayah Kabupaten Purwakarta ada sebanyak 58 orang.

"Secara keseluruhan, telah dinyatakan sembuh sebanyak 52 orang. Sebelumnya, kami catat juga ada 2 orang positif telah meninggal dunia, dan hari ini, masih terdapat 4 orang yang berstatus terkonfirmasi positif," ujarnya, Senin (3/8/2020).

Gugus Tugas juga tak henti-hentinya terus melakukan sosialisasi agar warga mematuhi protokol kesehatan, karena pandemi ini masih belum selesai.

"Data lainnya juga kami sampaikan, untuk Kontak Erat berkurang 2 orang, kini jumlahnya ada 53 orang, Suspek bertambah 1 orang kini jumlahnya menjadi 6 orang dan jumlah Probable nihil," tuturnya.

Ia juga meminta agar masyarakat tetap waspada dan tetap menjalankan anjuran pemerintah berkaitan dengan protokol kesehatan dalam adaptasi kebiasaan baru dimasa pandemi ini.


Adapun langkah-langkah yang dilakukan Dinkes Purwakarta untuk menghadapi situasi ini, dr Deni menyebutkan melalui pelacakan yang efektif, pelaksanaan manajemen klinis sesuai Permenkes nomor 413 tahun 2020, dan berkoordinasi dengan tim Covid-19 pusat juga provinsi.

Dia meminta masyarakat untuk tetap melakukan anjuran pemerintah dan menjalankan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas. Pasalnya, diperlukan peran semua pihak untuk secara bersama-sama melakukan upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19. (*)

Abah Cipulus, Silat Syahbandar dan Sepak Bola, Jawara yang tersembunyi


Sisi lain Abah Cipulus selain sebagai Pengasuh Pesantren, Pendidik yang bijaksana, Pedagang atau Istilah sekarang Pengusaha, Petani yang Rajin, Politisi, Organisatoris dan Pejuang NU juga seorang JAWARA,

Konon Abah pernah sepulang mengisi pengajian atau ceramah di satu Kampung dicegat sekian banyak orang ditengah jalan tapi dengan KeAhlian Bela Dirinya hampir semua bisa dikalahkan, Abah memang pernah belajar Bela Diri Silat Syahbandar, yang dipelajarinya saat masih bujangan di Daerah Wanayasa berguru pada H Sufyan tokoh Silat Syahbandar pada waktu itu

Beliau H Sufyan atau yang biasa dipangil H emem adalah Murid Syahbabdar Langsung yang Makam Syahbandar nya bisa kita temukan tidak jauh dari Pasar Kecamatan Wanayasa, dari sinilah Abah memulai belajar Ilmu Silat bela diri Syahbandar, disamping itu Abah juga belajar ilmu Silat yang lainya Khas Suda dan lainya,

Cerita ini saya Dapatkan dari Ajengan Eddy Leuwi Hujan Wanayasa, yang pernah mendampingi Abah dalam berbagai kegiatan di tahun 75 an sampai era 80 an, masih banyak cerita unik tentang Abah Cipulus nanti akan dibuat secara bersambung juga doahkan kita lagi membuat Biografi Abah Cipulus.

Tentang Abah yang Jago Main Bola sampai-sampai setiap.main bola dan bertanding dengan group yang lain bisa dipastikan menang kalau abah ikut turun dari Group Pesantren Cipulus, dan ada satu orang yang Sengaja mencari kelemahan Abah dan berguru khusus untuk bagaiman cara menjegal Abah supaya jatuh, soalnya kalau Abah sudah bawa Bola tidak bisa direbut bolanya, ini cerita yang menyaksikan langsung permainan Bola dari Ki H Uci Sanusi dari Cibeber Kiara pedes, diwaktu itu Abah sudah bisa memutar bola dari depan kebelakang terus ditendang ke atas entahlah kalau istilah srkarang namanya apa, saking susahnya direbut sampai harus dijatuhkan dengan sengaja.

Belum lagi Keahliah Abah dan cerita-cerita tentang Abah yang unik dan nyata, misalnya kalau Abah mau mengisi Pengajian dan harus jalan Kaki karena lokasinya tidak bisa dijangkau dengan kendaraan apapun, undangan habis Isya jam 8 malam Abah harus berangkat Habis Ashar atau sebelum Ashar, dengan berjalan Kaki dan pasti Abah mengajak Santri atau pendamping 2 atau 3 orang untuk mengikutinya, dan orang kalau jalan sama Abah harus melihat mata kaki Abah, kalau gak mau ketinggalan terlalu jauh, soal yang ini banyak sekali yang bercerita teman-teman Abah waktu di Pesantren, nanti akan di tulis tersendiri,... bersambung.....

Dok. Foto diatas adalah saat ada Pertemuan para Pesilat sedunia di Kabupaten Purwakarta yang di adakan oleh Pemerintqh Daerah dan Abah diminta menjadi Narasumber sekaligus memperagakan Silat Syahbandar yang sudah langka penerusnya


*Hadi M Musa Said
*Santri Abah Cipulus

Mengenang sosok Kyai Panutan (KH. Adang Badruddin / Abah Cipulus)


Oleh: KH. Ahmad Anwar Nasihin, SHI.,

Beliau adalah Pangersa Almagfurllah Almarhum Abah Cipulus, saya tidak berani menyebut nama beliau secara langsung, takut su'ul adab. cukup di hati saja, nama beliau akan terus diingat dan dikenang.

Pada Tahun 1998, saya diajak bersilaturahmi oleh Almarhum bapa saya ke Ponpes Cipulus, untuk mendatangi kasepuhannya (waktu itu sebutannya Aa Cipulus ). Ketika itu saya bisa mencium tangan Beliau, bahkan bapak saya meminta dido'akan agar saya dapat berkah dari Abah. beliau bertanya kepada saya "Mondok dimana Jang?", saya menjawab sealakadarnya karena saya merasa azrih dan malu.

Dari pembicaraan beliau berdua, saya hanya mendengarkan sepenggal-sepenggal ucapan Beliau tentang: Nahdlatul Ulama dan PKB, bahkan ada kedengaran dari pembicaraan beliau, soal kehebatan Gusdur (Pembicaraannya tidak terekam semua di memori kepala saya). Intinya saya bangga bisa ketemu dan saya bisa mengenal langsung Abah Cipulus.

Pada Tahun 2004, saya akhirnya sering ketemu dengan Abah Cipulus di Sekretariat PCNU, bahkan sekali-kali saya bersilaturrahmi ke Ponpes Cipulus. Hanya mengatakan kuncinya nama Bapak saya (Red Hehe) beliau langsung ingat.

Abah itu sangat terbuka terhadap tamu siapapun tidak melihat Anak-anak, Muda atau tua, ketika bertamu kepada Beliau, Abah menyambut dengan baik, dengan bahasa yang sangat gamblang dan sederhana serta gampang dimengerti.

Pada tahun 2009, Bapak saya wafat, pangersa Abah Cipulus pun berta'ziah. Tatkala itu beliau bilang kepada saya, yang sampai hari ini saya ingat, "Teruskeun sabisa-bisa tapak lacak kolot, ulah galideur urus pasantren," Beliau terus men-support saya, supaya tidak menjadi 'Durriyyatan Dhi'afa / Generasi yang lemah'. Bahkan kalau saya bersilaturahmi ke rumah Abah, pasti beliau nanya soal Perkembangan Pesantren Liunggunung. Inilah hebatnya Abah!

Pada tahun 2012, saya terpilih menjadi Ketua PC GP Ansor Purwakarta, Abah berpesan lagi kepada saya, agar jangan sampai terlena dalam mengurus organisasi. Sehingga pesantren diacuhkan kata beliau, "Ansor Urus Pasantren ge kade katoler-toler," lanjut kata Abah, "Da ngurus pasantren ge sarua jeung memperkuat NU ," dari pembicaraannya itu beliau sangat menghawatirkan kepada saya soal Pondok Pesantren.

Saya selalu berkoordinasi kepada Abah, dalam urusan ber-Ansor dan Ber-NU dan Abah sangat bersahaja dalam memberikan pendapat pendapatnya, saklek dan Bijaksana. Bahkan tatkala saya meminta Putranya (Sahabat H. Acep Muhammad) untuk menjadi Bendahara Ansor sampai dengan Ketua PC Ansor, saya menghadap terlebih dahulu ke Abah Cipulus, meminta pendapat Beliau.

Beliau adalah Guru dari Maha Guru, yang terus peduli terhadap Keumatan dan Kebangsaan. Selamat tinggal Abah, berikanlah Syafa'at/ Pertolongan nanti di Akhirat kelak kepada Santri dan murid muridmu....

Sumber: Facebook


Penulis adalah Pimpinan Pondok Pesantren Raudlatut Tarbiyah, Plered Purwakarta, sekaligus Ketua Majlis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor di Provinsi Jawa Barat

Olahraga

Humor

Pertanian

Warta Warga

Wisata

© Copyright 2019 Purwakarta Online | All Right Reserved