• Minggu, 27 November 2022

Lebaran 2022, lebaran tanpa baju baru!

- Senin, 18 April 2022 | 20:25 WIB
Anak yang bersedih. Foto: Pixabay
Anak yang bersedih. Foto: Pixabay

Purwakarta Online - Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri adalah hari kemenangan, setelah melalui satu bulan penuh perjuangan. Perjuangan yang sangat menyenangkan tentunya.

Karena bermakna sangat spesial, bulan puasa dan lebaran (begitu kami di kampung menyebutnya) selalu dirayakan dengan sangat spesial. Entah kenapa, sejak kecil dulu hingga kini dewasa dan beranak tiga, saat menghadapi lebaran hati saya selalu membuncah bahagia.

Tidak disangka, tahun ini berbeda. Seingat saya, di tahun-tahun sebelumnya, saat memasuki bulan puasa selalu ada rejeki tak terduga yang berdatangan tiba-tiba.

Baca Juga: Akun @cineyar protes, merasa Umat Hindu dipersulit sembahyang di Candi Prambanan

Bulan puasa tahun ini agak berbeda sepertinya, dunia usaha apalagi petani seperti saya rasanya ekonomi sedikit menurun. Tingkat konsumsi masyarakat (kata seorang kawan yang kerja di desa) menurun, karena ekonomi negara dan dunia ada perubahan akibat Covid-19.

Karena harga pucuk teh menurun, pisang tidak laku, biaya pupuk padi tetap mahal (tidak ikut turun), singkong tidak ada yang beli, dalam kondisi seperti ini rasanya uang semakin betah di persembunyiannya. Utang semakin bertambah, kredit KUR harus tetap dibayar. Uang sepertinya tidak mau lagi datang kepada kami.

Saat buka puasa, Maghrib, saat makan bersama istri dan anak-anak saya, saya mulai 'berpidato'. Saya tegaskan jika lebaran tahun ini kita tidak akan beli baju baru. Karena ada kewajiban yang harus mati-matian ditunaikan, yaitu membayar hutang-hutang.

Baca Juga: 5 Rahasia bagaimana Jeff Bezos jadi kaya

Kegiatan ngabuburit dikurangi, hanya sekali atau dua kali, itupun sembari mengunjungi keluarga yang sakit. Beli kebutuhan dipilih yang murah, penghematan terus digencarkan. Daftar hutang ditulis di kalender di ruangan tengah rumah kami, agar mudah mengontrol angsuran dan hutang-hutang yang jatuh tempo. Lalu segera mencoret angka hutang atau angsuran yang baru saja dibayar.

Jika kami bisa bertahan dengan cara hidup seperti ini, kemungkinan hutang-hutang akan lunas sebagian di tahun depan. Tinggal sisanya hutang-hutang yang masih dalam kategori aman.

Halaman:

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Memaknai Sumpah Pemuda di Indonesia Pasca Pandemi!

Senin, 24 Oktober 2022 | 14:24 WIB

Apa Kabar BBM Satu Harga di Kalimantan?

Senin, 24 Oktober 2022 | 11:59 WIB

Cegah Korupsi, Wujudkan Buton Tengah TEGAR!

Senin, 10 Oktober 2022 | 19:20 WIB

Kesaktian Pancasila, Motivasi Kaum Milenial Muna!

Senin, 3 Oktober 2022 | 16:19 WIB

Pas Band paling ditunggu di Gus Muhaimin Festival!

Kamis, 11 Agustus 2022 | 05:00 WIB

Irman Sahrul: Otokritik Seorang Mahasiswa!

Sabtu, 16 Juli 2022 | 15:00 WIB

Lirik Mars KTNA, Kontak Tani Nelayan Andalan

Senin, 4 Juli 2022 | 12:59 WIB

Car Free Night di Purwakarta Kembali Dibuka!

Minggu, 12 Juni 2022 | 14:59 WIB

Amerika kurang slow living!

Kamis, 26 Mei 2022 | 23:59 WIB
X