Purwakarta, 3 April 2026 — Wakil Bupati Purwakarta, yang akrab disapa Abang Ijo, turun langsung menemui para sopir angkot di kawasan , Jumat (3/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Abang Ijo menyapa sekaligus mendengarkan langsung keluhan para sopir angkutan kota (angkot) yang kini menghadapi penurunan pendapatan akibat persaingan dengan transportasi online seperti serta kendaraan wisata odong-odong.
Pendapatan Menurun, Sopir Angkot Mengeluh
Salah satu sopir angkot mengungkapkan bahwa penghasilan mereka saat ini jauh dari cukup.
“Sekarang bawa pulang Rp100 ribu saja sudah cukup bagus, itu pun kadang-kadang,” ujar sopir.
Kondisi ini semakin berat karena sebagian besar sopir hanya bekerja sebagai pengemudi, bukan pemilik kendaraan. Artinya, mereka tetap harus menyetor kepada pemilik mobil meski pendapatan menurun.
Baca Juga: Resmi! Rotasi Pejabat Purwakarta 2026, Ini Daftar Lengkap Nama yang Dilantik Om Zein
Usulan Jalur Khusus dan Pembagian Zona
Para sopir angkot berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Mereka mengusulkan adanya pembagian jalur atau zona operasional agar persaingan lebih adil.
Salah satu aspirasi yang disampaikan adalah pembatasan area bagi transportasi online.
“Kalau bisa Grab dikasih zona. Jangan ambil wilayah stasiun, misalnya,” kata sopir lainnya.
Selain itu, mereka juga berharap adanya jalur khusus untuk angkot agar tetap memiliki ruang operasional yang jelas.
Baca Juga: 115 Desa di Purwakarta Sudah Berbadan Hukum, Target 100 Persen BUMDES Dikejar Tahun 2026!
Abang Ijo Ajak Sopir Pikirkan Inovasi
Dalam dialog tersebut, Abang Ijo tidak hanya mendengar keluhan, tetapi juga mendorong para sopir untuk mulai memikirkan inovasi atau alternatif usaha.
Ia menanyakan apakah para sopir memiliki ide lain selain mengandalkan penghasilan dari menyupir angkot.
Langkah ini dinilai penting agar para sopir bisa bertahan di tengah perubahan zaman dan perkembangan transportasi modern.