PURWAKARTA ONLINE – Tagar #RajaAmpat kembali menggema di media sosial.
Tapi, ada apa sebenarnya hingga tagar ini ramai diperbincangkan?
Belakangan, isu tambang nikel di Raja Ampat mengundang perhatian luas.
Aktivitas pertambangan yang berlangsung di sekitar Pulau Kawe diduga menyebabkan kerusakan lingkungan serius.
Kerusakan Lingkungan Jadi Sorotan
Pulau Kawe yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan dengan ekosistem terumbu karang yang kaya kini menghadapi ancaman serius.
Sedimentasi akibat tambang nikel membuat air laut keruh dan terumbu karang rusak.
Kerusakan ini berdampak langsung pada keanekaragaman hayati laut dan mengancam mata pencaharian masyarakat setempat yang bergantung pada pariwisata dan hasil laut.
Baca Juga: KWT Berinovasi! BRI Dukung Kelompok Wanita Tani di Bali Lewat Program Klasterkuhidupku
Selebriti dan Aktivis Turun Suara
Tagar #RajaAmpat tidak hanya diangkat oleh masyarakat biasa, tapi juga oleh para selebriti dan aktivis lingkungan.
Mereka menyerukan penghentian tambang demi menyelamatkan keindahan dan kelestarian Raja Ampat.
Prilly Latuconsina, Luna Maya, hingga Denny Sumargo menyuarakan keprihatinan mereka.
Dukungan ini menambah tekanan kepada pemerintah dan pelaku tambang untuk segera mengevaluasi kegiatan di wilayah tersebut.
Masyarakat Adat dan Suara Lokal
Selain itu, suara masyarakat adat Raja Ampat juga makin keras. Mereka menolak eksploitasi yang mengancam tanah kelahiran dan sumber kehidupan mereka.
Warga menegaskan, Raja Ampat bukan ladang tambang, tapi rumah leluhur dan surga bahari.