PURWAKARTA ONLINE - Sammy Basso, seorang pria asal Italia yang hidup dengan penyakit langka progeria, telah meninggalkan jejak yang begitu mendalam di dunia medis dan masyarakat luas.
Progeria, atau yang dikenal sebagai Hutchinson-Gilford Progeria Syndrome (HGPS), adalah kondisi genetik yang menyebabkan penuaan dini pada anak-anak.
Meski harapan hidup rata-rata penderita hanya sekitar 14 tahun, Sammy berhasil melampaui ekspektasi ini dengan penuh semangat hingga usia 28 tahun, sebelum akhirnya meninggal dunia pada Minggu, 6 Oktober 2024.
Progeria, Penyakit Langka yang Mempercepat Penuaan
Progeria adalah kondisi yang sangat jarang terjadi, dengan hanya sekitar 1 dari 20 juta kelahiran di seluruh dunia yang terdiagnosis.
Penyakit ini disebabkan oleh mutasi gen LMNA yang memicu produksi protein abnormal bernama progerin.
Baca Juga: Jangan Salahkan Aku Selingkuh Kisah Perselingkuhan yang Mengguncang, dari Perspektif Islam
Progerin inilah yang mempercepat kerusakan sel dalam tubuh, sehingga anak-anak yang mengidap progeria mengalami penuaan lebih cepat daripada usia mereka sebenarnya.
Anak-anak dengan progeria biasanya mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan pada usia 1 hingga 2 tahun.
Gejala khasnya meliputi rambut rontok, kulit keriput, wajah kecil, dan pertumbuhan tubuh yang terhambat.
Kondisi ini juga menyebabkan pengerasan arteri yang signifikan sejak masa kanak-kanak, membuat mereka rentan terhadap serangan jantung atau stroke di usia muda.
Sammy Basso, Lebih dari Sekadar Penderita Progeria
Sammy Basso lahir di Schio, Italia, dan didiagnosis dengan progeria saat berusia dua tahun.