Menurut Drone Emprit, analisis data menunjukkan bahwa isu ini berpotensi merusak reputasi Gibran di mata publik.
Terjadi polarisasi di kalangan pendukung dan lawan politiknya, yang bisa mempengaruhi hasil pemilihan mendatang.
Sentimen negatif mendominasi percakapan tentang Fufufafa, dengan 95% cuitan berasal dari warganet dan 5% dari media massa.
Profesor Lely Arrianie, pakar komunikasi politik, menganggap isu ini sebagai "akselerasi keretakan" dalam hubungan antara Prabowo dan Jokowi.
Namun, baik Prabowo maupun Jokowi tampaknya berusaha menjaga hubungan baik di hadapan publik, dengan Prabowo menyatakan kekagumannya terhadap Jokowi.
Baca Juga: Curi Atensi! Ucapan Ultah Pangeran Harry dari Keluarga Kerajaan Inggris Setelah Tiga Tahun
Langkah Hukum dan Klarifikasi
Gerindra akan mengambil langkah hukum terkait situs palsu Gerindra.org yang mengaitkan akun Fufufafa dengan Gibran.
Sementara itu, Polda Metro Jaya menerima laporan mengenai dugaan pelanggaran UU ITE.
Bendahara Umum Projo, Panel Barus, menilai polemik ini sebagai “gendang politik adu domba” dan berharap semua pihak tetap fokus pada persatuan bangsa.
Isu seputar akun Fufufafa menjadi salah satu tantangan besar bagi Gibran Rakabuming menjelang pelantikannya sebagai wakil presiden.
Dengan berbagai spekulasi dan kontroversi yang mengemuka, penting bagi Gibran untuk memberikan klarifikasi dan menunjukkan komitmennya terhadap transparansi.
Baca Juga: Rafael Struick Resmi Gabung Brisbane Roar, Siap Kenakan Nomor Punggung 7
Sementara itu, Prabowo dan Jokowi tampaknya berusaha menjaga stabilitas hubungan mereka di tengah turbulensi politik ini.***