trending

Tragis! Dokter Aulia Bunuh Diri Diduga Akibat Bullying, Polisi Temukan Bukti Mengejutkan di Kamar Kos

Senin, 19 Agustus 2024 | 15:15 WIB
Terungkap Curhat Terakhir Dokter Muda Aulia Risma Lestari, Begini Isinya (Redaksi/susilo)

PURWAKARTA ONLINE, Semarang – Dunia medis Indonesia dikejutkan dengan berita tragis kematian dr. Aulia Risma Lestari, seorang dokter muda yang sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Diponegoro (Undip).

Dokter yang dikenal cerdas dan berprestasi ini ditemukan tewas di kamar kosnya di Lempongsari, Gajahmungkur, Semarang, pada Senin (12/8/2024) malam.

Kepergiannya yang mendadak memunculkan spekulasi yang mengarah pada dugaan perundungan (bullying) sebagai penyebab utamanya.

Kejanggalan di Balik Kematian dr. Aulia

Kematian dr. Aulia, yang berstatus ASN di RSUD Kardinah, Tegal, dan sedang menjalani pelatihan PPDS Anestesi di RSUP Kariadi Semarang, menimbulkan tanda tanya besar.

Ditemukan dengan sisa obat Roculax di tubuhnya—sebuah obat yang biasa digunakan dalam anestesia umum—banyak pihak menduga ia mengakhiri hidupnya dengan sengaja menyuntikkan obat tersebut.

Namun, benarkah demikian?

Catatan harian yang ditemukan di lokasi kejadian menunjukkan betapa beratnya beban yang harus ditanggung oleh dr. Aulia.

Dalam salah satu catatannya tertanggal 5 Juli 2024, ia menulis, "Aku tidak sanggup setiap hari bekerja seperti ini. Ada yang bisa menolong saya? Aku mohon, maafkan aku. Aku sudah berjuang. Aku sudah sangat berusaha."

Kalimat-kalimat ini seolah mengungkapkan kepedihan dan kesendiriannya dalam menghadapi tekanan yang luar biasa.

Baca Juga: PERSIB Siap Tampil Maksimal Hadapi Dewa United di Liga 1 2024-25

Namun, keluarga dr. Aulia melalui kuasa hukumnya, Susyanto SH MH, membantah tegas bahwa ia meninggal karena bunuh diri.

Mereka menegaskan bahwa almarhumah memiliki riwayat penyakit saraf kejepit yang bisa memicu rasa sakit hebat ketika kelelahan.

"Mungkin saat almarhumah merasa sakit dan kelelahan, dalam keadaan darurat dia lalu menyuntikkan obat anestesi dan kelebihan dosis," ujar Susyanto dalam konferensi pers di Tegal, Jumat (16/8/2024).

Halaman:

Tags

Terkini