• Rabu, 5 Oktober 2022

Pengurus Anak Ranting PKB ceritakan sulitnya di masa awal, disebut Partai Kyai Buta!

- Kamis, 14 April 2022 | 20:08 WIB
Cecep Faturrohman, Pengurus Anak Ranting Partai PKB Desa Pusakamulya Kiarapedes Purwakarta
Cecep Faturrohman, Pengurus Anak Ranting Partai PKB Desa Pusakamulya Kiarapedes Purwakarta

Purwakarta Online - Cecep Faturrohman, Pengurus anak ranting Partai PKB di RW 3 Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes Kabupaten Purwakarta. Dalam silaturahmi Ranting, Cecep menceritakan betapa sulitnya menjadi kader Partai PKB di masa reformasi negeri ini. Kamis (14/4/2022).

Menurutnya, Partai PKB saat baru dibentuk benar-benar dianggap enteng oknum lawan politik, termasuk di tingkat akar rumput. Apalagi saat secara mengejutkan, KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur terpilih menjadi presiden Republik Indonesia.

Saat itu PKB sering diplesetkan menjadi Partai Kyai Buta, merujuk pada kondisi mata Presiden Abdurrahman Wahid yang saat itu sedang sakit.

"Disebut Partai Kyai Buta, Masya Allah," kenang Cecep.

Baca Juga: Gelar Rapat Kerja, ISNU Purwakarta putuskan membentuk LBH

Meskipun saat itu Cecep belum begitu aktif, namun kakaknya yang bernama Ahmad Saeful Hidayat telah terjun di PKB sejak lahirnya Partai yang didirikan oleh para Ulama NU tersebut.

Ahmad Saeful Hidayat sendiri sempat menjadi Pengurus Ranting, kemudian menjadi Wakil Ketua Dewan Syuro DPAC Partai PKB di Kecamatan Kiarapedes Kabupaten Purwakarta.

Ahamad Saepul Hidayat mengenang, saat awal pendirian menjadi pengurus PKB tidaklah mudah. Partai PKB identik dengan Nahdlatul Ulama, lantas NU sendiri banyak dipandang sebelah mata dan disebut 'kampungan'.

Meskipun begitu, Ahmad Saepul tidak gentar, ia banyak bersilaturahmi dengan para pejuang kemerdekaan yang masih hidup.

Baca Juga: Gila tapi nyata, mancing ikan di jalan raya bisa strike bertubi-tubi!

Halaman:

Editor: Enjang Sugianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Latar belakang adanya Hari Santri Nasional (HSN)

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 10:31 WIB

Sejarah Rumah Sakit Bayu Asih Sejak 1930!

Kamis, 15 September 2022 | 07:13 WIB

Guru Gembul Diancam Dibunuh!

Kamis, 15 September 2022 | 06:41 WIB
X