- Pencemaran Lingkungan: Limbah ternak yang tidak terkelola berpotensi mencemari air dan tanah.
- Konflik Sosial: Bau dan limbah dari peternakan memicu keluhan warga di sekitar permukiman.
- Risiko Kesehatan: Penyakit zoonosis dapat menyebar jika sanitasi dan biosekuriti tidak diperhatikan.
- Ketergantungan Ekonomi: Fluktuasi harga pasar dapat berdampak besar bagi rumah tangga yang menggantungkan ekonomi pada peternakan semata.
4. Kesimpulan
Usaha peternakan domba di Desa Pusakamulya memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat desa. Keunggulannya sebagai usaha yang fleksibel dan rendah risiko menjadikannya alternatif penting bagi petani kecil. Namun, tanpa manajemen yang baik, dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial dapat muncul.
Diperlukan pendekatan peternakan berkelanjutan yang mencakup pelatihan peternak, penerapan teknologi tepat guna untuk pengolahan limbah, serta dukungan regulasi dan pembinaan kelembagaan petani. Kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok tani, dan lembaga pendidikan tinggi dapat memperkuat sistem peternakan domba yang ramah lingkungan, inklusif, dan berkelanjutan.
Ucapan Terima Kasih
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Kelompok Tani Barong Mulya dan Pemerintah Desa Pusakamulya atas dukungan dan informasi yang diberikan selama proses penelitian.***
References
- Lubis, L.E., Studi dampak sosial ekonomi kegiatan pengembangan ternak domba: Program pengembangan masyarakat lingkar pesantren, PP Darul Fallah, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.
- Purwobati, E. and Farm, T.P.M.T., 2017. Usaha Penggemukan Domba. PT Niaga Swadaya.
- Badan Statistik Kabupaten Purwakarta: https://purwakartakab.bps.go.id/