pertanian

Dampak Sosial-Ekonomi Usaha Peternakan Domba Semi Intensif di Desa Pusakamulya, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat

Jumat, 1 Agustus 2025 | 15:24 WIB

Abstrak

Usaha peternakan domba merupakan bagian integral dari pembangunan pedesaan yang berkelanjutan di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sosial dan ekonomi dari usaha peternakan domba semi intensif yang dijalankan oleh kelompok tani di Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui observasi lapangan dan wawancara semi-struktural terhadap peternak dan pemangku kepentingan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternakan domba memberikan kontribusi positif dalam penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan rumah tangga, serta pelestarian budaya lokal. Namun, dampak negatif seperti pencemaran lingkungan dan potensi konflik sosial juga muncul akibat pengelolaan limbah yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan strategi peternakan berkelanjutan berbasis komunitas untuk memaksimalkan manfaat sosial-ekonomi sambil meminimalkan dampak negatifnya.

Kata kunci: peternakan domba, pembangunan pedesaan, dampak sosial-ekonomi, kelompok tani, Purwakarta

 

1. Pendahuluan

Sektor peternakan merupakan pilar penting dalam sistem pertanian Indonesia, berperan besar dalam penyediaan pangan, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi lokal. Di wilayah Jawa Barat, khususnya Kabupaten Purwakarta, peternakan ruminansia kecil seperti domba memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan secara semi intensif. Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, merupakan salah satu wilayah dengan potensi tersebut.

Faktor pendukung seperti kondisi geografis, ketersediaan lahan, tradisi bertani yang kuat, dan dukungan kelembagaan menjadi alasan utama masyarakat setempat memilih usaha peternakan domba. Selain sebagai sumber pendapatan alternatif, beternak domba juga berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem melalui praktik penggembalaan yang tepat. Oleh karena itu, kajian mengenai dampak sosial dan ekonomi dari usaha peternakan domba di desa ini menjadi penting untuk memahami kontribusinya terhadap pembangunan pedesaan.

 

2. Metodologi

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan metode studi kasus. Lokasi penelitian adalah Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara semi-struktural dengan ketua kelompok tani, peternak, dan perangkat desa, serta studi dokumentasi dari instansi terkait (Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Purwakarta). Validitas data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik.

 

3. Hasil dan Pembahasan

3.1 Profil Peternakan Domba di Desa PusakamulyaUsaha peternakan domba di Desa Pusakamulya dilakukan secara semi intensif oleh anggota kelompok tani Barong Mulya. Peternak umumnya memanfaatkan limbah pertanian sebagai pakan, serta memadukan metode penggembalaan dan pemberian pakan tambahan. Dengan siklus reproduksi domba yang cepat dan kebutuhan pakan yang fleksibel, usaha ini menjadi pilihan rasional bagi petani yang ingin menambah pendapatan tanpa meninggalkan usaha tani utama.

3.2 Dampak Sosial-Ekonomi Positif
Berdasarkan hasil wawancara, dampak positif yang dirasakan masyarakat mencakup:

  • Penciptaan Lapangan Kerja: Kegiatan pemeliharaan ternak dan bisnis turunannya seperti perdagangan domba dan penjualan pakan membuka peluang kerja baru.
  • Peningkatan Pendapatan Rumah Tangga: Peternakan domba menjadi sumber penghasilan tambahan yang signifikan, terutama menjelang hari besar keagamaan.
  • Pemberdayaan Petani: Peternakan menjadi alternatif usaha yang dapat dijalankan bersamaan dengan kegiatan pertanian, meningkatkan kemandirian ekonomi.
  • Pelestarian Budaya: Praktik beternak domba telah menjadi bagian dari kearifan lokal dan warisan budaya desa.
  • Diversifikasi Pangan: Ketersediaan daging domba lokal membantu peningkatan gizi keluarga peternak.

3.3 Dampak Negatif yang Dihadapi
Namun, beberapa tantangan juga muncul dalam praktik peternakan, antara lain:

Halaman:

Tags

Terkini

Ketika Mantan PETI Bersama-sama Membangun Pongkor

Minggu, 1 Maret 2026 | 22:25 WIB