• Kamis, 30 Juni 2022

BMKG himbau masyarakat waspadai fenomena gelombang panas!

- Selasa, 10 Mei 2022 | 20:53 WIB
Hal ini yang harus dilakukan saat hadapi gelombang panas. (sl/Ist/rri)
Hal ini yang harus dilakukan saat hadapi gelombang panas. (sl/Ist/rri)

Pertama, posisi semu matahari saat ini sudah berada di wilayah utara ekuator sehingga mengindikasikan sebagian wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau.

Tingkat pertumbuhan awan dan fenomena hujan akan menjadi berkurang dan cuaca cerah pada pagi hingga siang hari akan mendominasi.

Baca Juga: Berani merekayasa arah hidup: Mengubah cara berfikir menjadi lebih positif dan produktif!

Dominasi cuaca yang cerah dan tingkat awan yang rendah akan mengoptimalkan paparan sinar matahari ke permukaan Bumi.

Kondisi itu menyebabkan suhu panas dirasakan masyarakat pada siang hari.

Guswanto menuturkan, suhu panas yang terjadi tidak disebabkan fenomena gelombang panas.

Baca Juga: Mau bikin bisnis startup yang sukses? Pertimbangkan 4 hal ini!

Menurut WHO, gelombang panas atau heat wave merupakan fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama lima hari atau lebih.

Saat heat wave terjadi, suhu maksimum harian lebih tinggi hingga 5 derajat celcius atau lebih.

Fenomena gelombang panas biasanya terjadi di wilayah Eropa dan Amerika Serikat, dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di lintang menengah.

Halaman:

Editor: Enjang Sugianto

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

1 juta kuota untuk CPNS dan PPPK 2022

Rabu, 29 Juni 2022 | 20:12 WIB

Menteri Pertanian RI adalah Ketua Mentan Sedunia!

Minggu, 26 Juni 2022 | 06:57 WIB

Geger penemuan bayi dalam plastik!

Minggu, 19 Juni 2022 | 21:39 WIB
X