news

Seskab Teddy: Kehadiran Presiden Prabowo di KTT BRICS Jadi Tonggak Sejarah Hubungan Indonesia

Rabu, 9 Juli 2025 | 13:43 WIB
Seskab Teddy Indra Wijaya sebut kehadiran Presiden Prabowo di KTT BRICS jadi tonggak penting sejarah Indonesia (Instagram/sekretariat.kabinet)

PURWAKARTA ONLINE – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 di Rio de Janeiro, Brasil, menjadi momen penting dalam sejarah hubungan luar negeri Indonesia.

Seskab Teddy ikut serta mendampingi Presiden Prabowo dalam rangkaian kunjungan kenegaraan ke sejumlah negara sahabat.

Setelah mengawali lawatan di Arab Saudi, rombongan melanjutkan perjalanan ke Brasil untuk menghadiri KTT BRICS yang berlangsung selama dua hari, 6-7 Juli 2025.

Komitmen Indonesia di KTT BRICS

Dalam sesi hari kedua KTT BRICS yang mengangkat tema “Environment, COP 30, and Global Health,” Presiden Prabowo menyoroti dampak nyata perubahan iklim yang dialami Indonesia.

Baca Juga: Ramai Imbauan WNI Kerja di Luar Negeri, Istana: Peluang Menarik, Tidak Perlu Diributkan

Salah satu ancaman terbesar adalah kenaikan permukaan air laut yang memaksa Indonesia membangun Giant Sea Wall sepanjang 500 kilometer guna melindungi wilayah pesisir.

“Presiden Prabowo menegaskan komitmen kuat Indonesia untuk memerangi perubahan iklim, terutama melalui pengembangan energi bersih,” ujar Teddy Indra Wijaya, Selasa, 8 Juli 2025.

Tonggak Sejarah Hubungan Luar Negeri Indonesia

Lebih lanjut, Seskab Teddy menyebut partisipasi Indonesia sebagai anggota penuh BRICS adalah tonggak bersejarah dalam diplomasi luar negeri Indonesia.

“Ini adalah pertama kalinya Indonesia hadir secara resmi sebagai anggota penuh BRICS. Hal ini menunjukkan posisi Indonesia yang semakin strategis di mata dunia,” katanya.

Baca Juga: Bus Patas Haryanto Terbakar di Temanggung, 30 Penumpang Selamat Usai Mesin Picu Kebakaran

KTT BRICS 2025 dihadiri oleh kepala negara dan pemerintahan dari 28 negara, termasuk 10 anggota penuh BRICS, 10 partner countries, dan 8 negara tamu.

“Fakta bahwa Indonesia diterima dengan cepat sebagai anggota BRICS menunjukkan bahwa kita semakin diperhatikan, dihormati, dan dipandang penting di tingkat global,” tegas Teddy Indra Wijaya.

Halaman:

Tags

Terkini