Di tengah dinamika politik yang terjadi, pertemuan ini menjadi topik hangat di kalangan pengamat dan masyarakat.
Pengamat politik, Hendri Satrio (Hensat), menyebutkan bahwa pertemuan antara Presiden Jokowi dan mantan Presiden SBY juga menjadi faktor penting dalam diskusi politik saat ini.
Baca Juga: Jangan Salah, Inilah Perbedaan antara Lembaga, Organisasi dan Komunitas
Menurut Hensat, ada kemungkinan SBY memberikan nasihat kepada Jokowi terkait peran Prabowo sebagai presiden baru.
"Nasihat SBY bisa jadi menyarankan agar Jokowi memberikan kepercayaan penuh kepada Prabowo dalam menjalankan pemerintahan setelah lengser," jelas Hensat.
Ia menilai, SBY ingin memastikan bahwa transisi kekuasaan berjalan dengan lancar tanpa intervensi berlebihan dari pemerintahan sebelumnya.
PDIP dan Kabinet, Ke Mana Arah Politik?
Sinyal bergabungnya PDIP ke kabinet Prabowo tentu membawa konsekuensi besar bagi citra partai.
Baca Juga: Jelang Lawan Persija, Persib Kisruh dengan Bobotoh!
Herlambang Wiratraman, pengamat politik dari LP3ES, mengingatkan bahwa jika PDIP memilih bergabung, hal ini bisa mempertebal ketidakpercayaan publik terhadap partai politik.
“Bergabungnya PDIP akan menegaskan ketidakpercayaan masyarakat terhadap partai politik, terutama karena sebelumnya PDIP menyatakan siap menjadi oposisi,” kata Herlambang.
Ia menyoroti pernyataan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, yang di awal Pemilu 2024 menyatakan kesiapan PDIP menjadi oposisi, seperti yang pernah terjadi pada 2004 dan 2009.
Namun, Puan Maharani dalam beberapa kesempatan menyatakan bahwa semua kemungkinan masih terbuka, termasuk peluang PDIP masuk kabinet.
"Mungkin saja," ujarnya singkat.
Baca Juga: Pak Menteri Bohong? Gibran dan Misteri Akun Fufufafa