Mereka memberikan pendampingan dari proses budidaya hingga pengelolaan pascapanen.
"Kami terus mendorong peningkatan praktik pertanian baik (GAP) dan pengelolaan pasca panen yang sesuai dengan standar Good Handling Practices (GHP)," tambahnya.
Baca Juga: CEO Muda, Akting Park Hyung Sik, Bintang K-Drama Treasure Island! Pikat Para Penggemar Drakor
Meningkatkan Daya Saing Kopi Purwakarta
Dalam hal strategi pengembangan kopi, Pak Kukun menekankan pentingnya sertifikasi dan penguatan kelembagaan kelompok tani.
Ia menyatakan bahwa pengelolaan lahan yang baik, bekerja sama dengan pihak Perhutani, sangat krusial untuk meningkatkan kuantitas, kualitas, dan kontinuitas produksi kopi lokal.
“Tujuan utama kami adalah menjadikan kopi Purwakarta dikenal di tingkat nasional dan internasional,” ujar Pak Kukun.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan pengolahan pascapanen, yang mencakup tiga aspek utama: kuantitas, kualitas, dan kontinuitas.
Kerja Sama dengan Pihak Swasta dan Komunitas Kopi
Dinas juga berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk swasta dan komunitas kopi.
Menurut Pak Kukun, komunikasi dengan Perhutani terkait ijin lahan untuk pengembangan kopi sedang dijajaki.
Selain itu, dinas juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai stakeholder lain guna meningkatkan potensi kopi Purwakarta.
Potensi Wisata Kopi Purwakarta
Pak Kukun juga melihat potensi besar dalam sektor wisata kopi, terutama di daerah Pasir Langlang Panyawangan.