• Kamis, 8 Desember 2022

Modus-modus penipuan asuransi yang harus kamu pahami agar tidak jadi korban!

- Kamis, 1 September 2022 | 23:27 WIB
Sequis Luncurkan Sequis Q Infinite MedCare Series Plan Lite: Asuransi Kesehatan dengan Manfaat Maksimal dan Harga Minimal (dok. Sequis/PojokMalioboro.com)
Sequis Luncurkan Sequis Q Infinite MedCare Series Plan Lite: Asuransi Kesehatan dengan Manfaat Maksimal dan Harga Minimal (dok. Sequis/PojokMalioboro.com)


PURWAKARTA ONLINE - Terhindar dari penipuan asuransi oleh agen-agen nakal asuransi sebenarnya mudah saja. Selain mengenali penyebab terjadinya penipuan asuransi, kamu harus mengetahui modus-modus penipuan yang biasa dilakukan agen penipu asuransi.

Sehingga kamu dapat mengambil langkah preventif ketika berhadapan dengan agen penipu. Biasanya modus penipuan asuransi banyak dialami nasabah asuransi kesehatan dan jiwa. Nah, kenali modus-modus penipuan asuransi berikut ini agar kamu tidak menjadi korban:

1. Fee Churning

Praktik penipuan asuransi fee churning dilakukan agen asuransi untuk memperkaya dirinya melalui komisi. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), churning adalah tindakan membujuk pemegang polis untuk mengubah atau mengganti polis pada perusahaan yang sama, atau membeli polis baru menggunakan dana dari polis yang masih aktif dari perusahaan yang sama tanpa penjelasan terlebih dahulu.

Dengan pembukaan polis baru, agen akan mendapatkan komisi dari perusahaan asuransi. Sementara nasabah harus membayar premi lebih mahal karena nilai premi dipengaruhi oleh pertambahan usia tertanggung.

2. Premi Transfer

Waspadai juga penipuan asuransi yang sering terjadi dengan modus pengalihan premi. Dalam kasus penipuan ini, agen asuransi tidak menyetorkan premi pemegang polis kepada perusahaan, melainkan mengantongi nilai premi untuk dirinya sendiri. Kasus premi transfer juga merugikan nasabah karena agen asuransi akan menolak untuk membayar klaim dari nasabah.

3. Agen Asuransi Menutupi Informasi Produk

Kasus penipuan asuransi yang sering terjadi terhadap nasabah asuransi unit link disebabkan karena agen menutupi informasi produk. Hal ini dilakukan karena agen asuransi hanya fokus untuk mendapatkan komisi penjualan premi asuransi.

Biasanya, modus penipuan asuransi unit link dilakukan agen dengan hanya memaparkan manfaat investasi, tetapi tidak menjelaskan risikonya. Padahal, layaknya instrumen investasi lainnya, investasi melalui unit link juga memiliki risiko kerugian.

Halaman:

Editor: Enjang Sugianto

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mentan bicara soal IMPOR BERAS!

Selasa, 6 Desember 2022 | 20:00 WIB

The Fed kendurkan suku bunga, Rupiah terus menguat!

Senin, 5 Desember 2022 | 11:00 WIB
X