bisnis

IFG Dorong Transformasi Industri Keuangan Lewat Tata Kelola dan Audit Internal Berstandar Global

Kamis, 4 September 2025 | 17:04 WIB
Sapto Amal Damandari (Komisaris Bank Muamalat, Wakil Ketua BPK 2014-2017) (IFG)

PURWAKARTA ONLINE - Di tengah percepatan transformasi ekonomi nasional, Indonesia Financial Group (IFG), Holding BUMN di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi, kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola dan pengawasan yang berkelanjutan.

Melalui dukungannya dalam penyelenggaraan Konferensi Nasional The Institute of Internal Auditors (IIA) Indonesia 2025, yang digelar pada 27–28 Agustus di Medan, IFG menjadi sorotan utama dalam peta transformasi keuangan Indonesia.

Dengan tema “Audit for Tomorrow: Strategic. Future-Ready. Sustainable.”, konferensi ini menghadirkan lebih dari 600 peserta dari kalangan pimpinan audit internal, regulator, akademisi, serta perusahaan nasional dan multinasional.

Forum ini menekankan bahwa peran audit internal kini bukan sekadar fungsi pengawasan, melainkan pilar strategis dalam membangun ekonomi yang sehat dan berintegritas.

Baca Juga: PMI Manufaktur Indonesia Meledak ke Zona Ekspansi: Ekonomi Nasional Bangkit Setelah 5 Bulan Terpuruk!

IFG Holding Strategis yang Lahir dari Reformasi Sistemik

Sebagai informasi, pembentukan IFG dimulai pada tahun 2020 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2020, yang menetapkan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) sebagai induk dari Holding Asuransi dan Penjaminan.

Perubahan identitas ini diperkuat lewat keputusan Kementerian BUMN dengan disahkannya perubahan brand BPUI menjadi IFG melalui surat S-562/MBU/08/2020 tertanggal 6 Agustus 2020.

Kini, IFG membawahi 17 perusahaan terafiliasi, yang mencakup sektor-sektor strategis dalam ekosistem keuangan nasional, antara lain:

  • PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo)
  • PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo)
  • PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo)
  • PT Jasa Raharja
  • PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life)
  • PT Reasuransi Nasional Indonesia (Nasional Re)
  • Serta perusahaan investasi dan syariah lainnya dalam grup.

Baca Juga: Usai Temui Presiden Xi Jinping, Prabowo Pulang Bawa Dukungan Ekonomi Strategis untuk Indonesia

Audit Internal Sebagai Pilar Reformasi Keuangan

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menegaskan bahwa dalam konteks transformasi holding keuangan, tata kelola dan penguatan GRC (Governance, Risk Management, and Compliance) adalah pondasi utama.

IFG mengadopsi prinsip "four eyes", yakni pengambilan keputusan penting yang memerlukan minimal dua tingkat persetujuan sebagai bentuk kontrol yang lebih ketat dan terukur.

“Transformasi yang kami jalankan bukan sekadar struktural, tetapi juga menyentuh aspek budaya dan integritas. Audit internal kami arahkan sebagai mitra strategis dalam menjaga arah perubahan,” ujar Denny.

Halaman:

Tags

Terkini