Dalam sesi panel diskusi konferensi, Achmad Hidayat, Managing Director Internal Audit Danantara Indonesia, menyoroti pentingnya transformasi digital dalam audit internal.
Menurutnya, AI, machine learning, dan data analytics bukan lagi hal futuristik, tapi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, mendeteksi risiko lebih dini, dan memberi nilai tambah nyata untuk organisasi.
Baca Juga: Libur Nasional September 2025: Maulid Nabi SAW Bawa Long Weekend
“Teknologi hanyalah alat. Nilai sejati audit terletak pada rasa ingin tahu, empati, dan pemikiran kritis auditor,” tegasnya.
Dari Regulasi Menuju Kepercayaan Publik
Dukungan IFG terhadap Konferensi Nasional IIA Indonesia 2025 bukan hanya bentuk partisipasi formal.
Ini merupakan langkah strategis untuk membangun kepercayaan publik dan memperkuat legitimasi industri keuangan, khususnya BUMN yang bergerak di sektor asuransi dan investasi.
Dengan memperkuat tata kelola, mengadopsi prinsip audit modern, dan mendorong digitalisasi pengawasan, IFG menunjukkan bahwa transparansi dan akuntabilitas bukan hambatan bisnis—tetapi nilai tambah yang memperkuat keberlanjutan jangka panjang.
Baca Juga: Manfaatkan Long Weekend September 2025, Libur Maulid Nabi SAW
Di tengah kompleksitas tantangan ekonomi global dan tekanan publik terhadap transparansi korporasi, peran auditor internal menjadi semakin penting dan strategis.
IFG menjawab tantangan ini dengan tidak hanya mendukung agenda nasional di sektor keuangan, tapi juga memimpin transformasi paradigma audit menuju masa depan yang berkelanjutan dan berintegritas.
Melalui forum seperti Konferensi Nasional IIA Indonesia, Indonesia bukan hanya memperkuat infrastruktur keuangan, tetapi juga membangun fondasi moral dan profesionalisme yang akan menopang daya saing ekonomi nasional di masa depan.***