Purwakarta sebagai Role Model Pertanian Terpadu
Dengan pendekatan yang tepat, Purwakarta berpotensi menjadi model nasional untuk hilirisasi pertanian berbasis daerah.
Baca Juga: KDM Boyong Banyak Pejabat Purwakarta ke Pemprov Jabar, Jabatan Kosong di Pemkab Menganga
Wilayahnya yang subur, akses distribusi yang baik, serta semangat kolaborasi antara petani, pemerintah, dan industri menjadikannya sangat strategis.
“Langkah ini bisa membuka lapangan kerja baru di sektor pertanian dan industri olahan. Kita tidak ingin hanya bergantung pada pertanian tradisional, tapi naik kelas,” ujar Abang Ijo.
Ketahanan Pangan Dimulai dari Desa
Di tengah gejolak iklim dan tekanan global terhadap ketahanan pangan, inisiatif ini juga menjadi bagian dari strategi ketahanan pangan lokal.
Ketahanan pangan tidak bisa hanya bergantung pada impor atau stok pemerintah pusat, melainkan harus dibangun dari desa-desa yang mandiri pangan.
Langkah ini juga selaras dengan visi nasional tentang penguatan sektor primer yang berkelanjutan, berbasis kearifan lokal dan inovasi teknologi.
Baca Juga: Rintik Terakhir Episode 5: Dendam Anwar, Tragedi Rahayu, dan Pertarungan Hati
Petani Adalah Masa Depan
Abang Ijo ingin agar anak-anak muda Purwakarta kembali melihat pertanian sebagai profesi yang menjanjikan.
Dengan dukungan teknologi, pasar yang luas, dan hilirisasi yang terbangun, bertani bukan lagi simbol kemiskinan, tapi simbol kemandirian.
“Pertanian tidak boleh jadi profesi yang ditinggalkan. Justru di sanalah masa depan ekonomi lokal kita,” tutupnya.
Transformasi pertanian tidak terjadi dalam semalam. Tapi langkah demi langkah yang kini dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Purwakarta adalah investasi jangka panjang untuk ketahanan ekonomi dan kedaulatan pangan daerah.