bisnis

Purwakarta Menuju Lumbung Pangan Modern Lewat Hilirisasi Pertanian Terpadu dan Berkelanjutan

Kamis, 4 September 2025 | 09:29 WIB
Abang Ijo siapkan fasilitas gratis belajar pertanian Purwakarta, lengkap dengan pelatihan green house 3 bulan. (Dok. Istimewa)

PURWAKARTA ONLINE - Kabupaten Purwakarta kini tidak lagi hanya dikenal dengan keindahan alam dan pesona wisata budaya.

Di balik hijaunya hamparan sawah dan ladang, sedang tumbuh sebuah gerakan transformasi pertanian yang dapat mengubah wajah ekonomi daerah.

Di tengah tantangan zaman dan tekanan ekonomi global, pemerintah daerah menaruh perhatian besar pada sektor pertanian sebagai penopang masa depan Purwakarta.

Salah satu langkah nyatanya terlihat dari kunjungan kerja Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, ke PT East West Seed Indonesia (Ewindo) di Kecamatan Campaka, Rabu (03/09/2025).

Baca Juga: Ramalan Zodiak Aquarius 4 September 2025, Kejutan Baru Bikin Hidupmu Lebih Berwarna

Kunjungan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari upaya besar membangun hilirisasi pertanian sebuah sistem yang mengintegrasikan proses dari pembibitan hingga pengolahan dan pemasaran hasil panen.

“Purwakarta harus punya ekosistem pertanian yang andal, dari hulu ke hilir. Ini bukan hanya tentang hasil tani, tapi soal masa depan ekonomi kita,” tegas Abang Ijo, yang juga dikenal luas sebagai figur petani pejuang.

Menjawab Tantangan Pertanian Tradisional dengan Hilirisasi

Pertanian selama ini sering kali berhenti di titik panen. Produk dijual dalam bentuk mentah, tanpa nilai tambah.

Padahal, potensi pertanian Purwakarta sangat besar—dari hortikultura, perkebunan, hingga komoditas pangan pokok.

Baca Juga: BRI Raih Posisi Tertinggi di Sektor Keuangan dalam Daftar Fortune Indonesia 100 Tahun 2025

Melalui hilirisasi, pemerintah ingin memastikan hasil pertanian tidak hanya dipanen, tetapi juga diolah, dikemas, dan dipasarkan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Ini artinya, petani tidak lagi menjadi mata rantai paling lemah dalam sistem pangan, tetapi menjadi pelaku utama dalam rantai ekonomi agrikultur.

Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura, Kurnia Prawira Saputra, SP, M.Tr.A.P, yang turut mendampingi kunjungan ini, menegaskan bahwa kehadiran dinas pertanian menjadi penting untuk mengawal kebijakan ini secara teknis dan strategis.

Halaman:

Tags

Terkini